Ambon,CakraNEWS.ID– Atlet master asal Kota Ambon, Provinsi Maluku, Matheos Berhitu, kembali mengharumkan nama Indonesia di pentas olahraga internasional setelah berhasil meraih medali emas pada ajang 14th Sabah Masters Athletics Open Championships (SAMOC) 2026 yang berlangsung di Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia, pada 12–14 Juni 2026.
Berhitu tampil gemilang pada nomor jalan cepat 5.000 meter kategori usia 50–54 tahun dengan mencatatkan waktu 27 menit 08 detik, sekaligus mengungguli para pesaing dari berbagai negara dan memastikan dirinya berdiri di podium tertinggi.
Keberhasilan tersebut membuat lagu Indonesia Raya berkumandang di arena pertandingan dan menjadi salah satu momen membanggakan bagi kontingen Merah Putih dalam kejuaraan atletik master internasional yang mempertemukan atlet-atlet veteran dari berbagai negara.
Prestasi Berhitu mendapat pengakuan resmi dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kota Kinabalu melalui Surat Keterangan Nomor 0014/HM/06/2026/08 tertanggal 22 Juni 2026. Dalam surat tersebut, KJRI menyatakan bahwa atlet asal Ambon itu berhasil meraih Juara I dan medali emas pada nomor jalan cepat 5.000 meter kategori usia 50–54 tahun.
KJRI menilai capaian tersebut sebagai prestasi yang membanggakan sekaligus turut mengharumkan nama Indonesia dalam ajang olahraga internasional yang diikuti atlet-atlet master dari berbagai negara.
Keikutsertaan Berhitu dalam SAMOC 2026 juga bukan tanpa alasan. Berdasarkan surat resmi yang diterbitkan Sabah Masters Athletics Association (SAMAS), atlet asal Maluku tersebut mendapat undangan khusus untuk mengikuti kejuaraan karena rekam jejak prestasinya pada sejumlah kompetisi atletik sebelumnya.
Dalam surat yang ditandatangani Presiden SAMAS, Ramjit Nairulal, Matheos Berhitu dikonfirmasi mengikuti empat nomor pertandingan, yakni 100 meter, 200 meter, 400 meter, dan jalan cepat 5.000 meter pada kategori usia 50–54 tahun.
Kepercayaan yang diberikan penyelenggara itu berhasil dijawab Berhitu dengan prestasi terbaik. Dari sejumlah nomor yang diikuti, ia tampil paling impresif pada nomor jalan cepat 5.000 meter dengan mencatat waktu 27 menit 08 detik untuk merebut medali emas bagi Indonesia.
Sebelum berangkat ke Malaysia, Berhitu juga memperoleh dukungan penuh dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Maluku. Melalui Surat Rekomendasi Nomor 25/ORG/KONI-MAL/VI/2026 tertanggal 3 Juni 2026, KONI Maluku secara resmi merekomendasikan Matheos Berhitu untuk mewakili Maluku dan Indonesia pada kejuaraan tersebut.
Dukungan itu menjadi bentuk kepercayaan terhadap kemampuan atlet yang selama ini dikenal aktif mengikuti berbagai kejuaraan atletik master baik di tingkat nasional maupun internasional.
Keberhasilan Berhitu turut memperkuat pencapaian kontingen Indonesia dalam SAMOC 2026. Atlet-atlet Indonesia yang berasal dari Persatuan Atletik Master Indonesia (PAMI) Jawa Tengah dan perwakilan Maluku berhasil mengoleksi total sembilan medali, terdiri atas empat medali emas, empat medali perak, dan satu medali perunggu.
Selain medali emas yang diraih Berhitu, Indonesia juga memperoleh emas melalui Srihati Warjati pada nomor lompat jauh dan lompat jangkit serta Slamet Sudarsono pada nomor lempar cakram.
Salah satu sosok yang turut mencuri perhatian adalah Srihati Warjati yang pada usia 83 tahun masih mampu menyumbangkan tiga medali bagi Indonesia, terdiri dari dua medali emas dan satu medali perak. Capaian tersebut menunjukkan bahwa semangat berprestasi tidak mengenal batas usia.
Konsul Jenderal Republik Indonesia di Kota Kinabalu, Noorman Effendi, menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan perjuangan para atlet master Indonesia yang berhasil mengharumkan nama bangsa melalui olahraga.
Menurutnya, prestasi yang diraih para atlet Indonesia pada SAMOC 2026 menunjukkan bahwa semangat untuk berprestasi dan membawa nama bangsa ke tingkat internasional tetap dapat dijaga pada setiap tahap kehidupan.
“Prestasi yang diraih para atlet master Indonesia dalam SAMOC 2026 menunjukkan bahwa semangat untuk berprestasi dan mengharumkan nama bangsa tidak mengenal batas usia.
KJRI Kota Kinabalu menyampaikan penghargaan yang tinggi atas dedikasi dan kegigihan para atlet, yang melalui olahraga turut memperkuat hubungan persahabatan dan saling pengertian antara masyarakat Indonesia dan Malaysia,” kata Noorman.
Bagi Maluku, keberhasilan Matheos Berhitu menjadi kebanggaan tersendiri. Di tengah persaingan ketat atlet-atlet dari berbagai negara, atlet asal Ambon itu mampu menunjukkan kualitas dan daya saing yang membawa nama daerahnya bersinar di arena internasional.
Prestasi tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa atlet-atlet Maluku mampu tampil kompetitif di level dunia. Dengan medali emas yang dibawanya pulang dari Kota Kinabalu, Berhitu tidak hanya mencatatkan prestasi pribadi, tetapi juga mempersembahkan kebanggaan bagi Maluku dan Indonesia.
Dari Ambon menuju Malaysia, Matheos Berhitu telah menorehkan catatan penting dalam perjalanan olahraga Indonesia.
Medali emas yang diraihnya di SAMOC 2026 menjadi simbol kerja keras, disiplin, dan semangat pantang menyerah yang terus menginspirasi generasi muda untuk berani berprestasi di panggung internasional.***

