BULA, CakraNEWS.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) resmi membuka Pelatihan Petugas Pendataan Lengkap Sensus Ekonomi (SE) 2026 sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan agenda statistik nasional yang akan dilaksanakan tahun ini.
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Mutiara, Kota Bula, Selasa (2/6/2026), dihadiri oleh Wakil Bupati SBT Muh. Miftah Thoha R. Wattimena, Sekretaris Daerah Achmad Quadri Amahoru, Ketua DPRD SBT Risman Sibualamo, Kepala BPS SBT Firman Syah Assegaff, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), mitra BPS, petugas Sensus Ekonomi 2026, serta jajaran pegawai BPS Kabupaten SBT.
Pelatihan tersebut menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang akan bertugas melakukan pendataan lapangan guna menghasilkan data ekonomi yang akurat, lengkap, dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan daerah maupun nasional.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati SBT Muh. Miftah Thoha R. Wattimena menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada BPS Kabupaten SBT atas komitmen serta dedikasinya dalam menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada BPS Kabupaten SBT yang terus menjaga komitmen dan dedikasi dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi Tahun 2026,” ujar Wattimena.
Menurutnya, Sensus Ekonomi merupakan agenda nasional yang memiliki peran sangat penting dalam memotret kondisi perekonomian secara menyeluruh. Kegiatan yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali itu menjadi instrumen utama dalam menyediakan data ekonomi yang valid dan terpercaya.
“Sensus Ekonomi merupakan amanah besar bagi kita semua untuk melihat perkembangan ekonomi masyarakat secara komprehensif. Melalui sensus ini, kita dapat mencatat seluruh aktivitas ekonomi secara lengkap, akurat, dan terpercaya sehingga menjadi dasar dalam perencanaan pembangunan,” katanya.
Wattimena menegaskan, data yang dihasilkan dari Sensus Ekonomi akan menjadi fondasi penting dalam menentukan arah kebijakan pembangunan daerah, termasuk dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten SBT Firman Syah Assegaff mengawali sambutannya dengan sebuah pantun yang disambut antusias peserta pelatihan. Ia mengajak seluruh petugas untuk bekerja secara profesional dan penuh tanggung jawab demi menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Firman juga memperkenalkan tagline BPS Kabupaten SBT, yakni “Data Akurat, Ekonomi Kuat, SBT Hebat.”
Menurutnya, tagline tersebut memiliki keterkaitan erat dengan visi dan misi pembangunan daerah yang tengah dijalankan Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur.
“Ketika saya mendengar visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati terkait hilirisasi sagu, maka saya melihat bahwa data yang akurat akan melahirkan ekonomi yang kuat. Kalau ekonomi kuat, maka SBT pasti hebat,” ujarnya.
Firman menambahkan, keberhasilan pelaksanaan Sensus Ekonomi tidak terlepas dari dukungan pemerintah daerah, Forkopimda, dan seluruh pemangku kepentingan yang selama ini terus memberikan dukungan terhadap berbagai tahapan kegiatan sensus.
Ia menjelaskan bahwa persiapan menuju Sensus Ekonomi 2026 telah dilakukan sejak tahun 2025 melalui berbagai rangkaian kegiatan yang melibatkan banyak pihak.
“Rangkaian kegiatan kami sangat panjang. Sejak tahun 2025 hingga memasuki tahun 2026, berbagai tahapan persiapan telah dilakukan untuk memastikan pelaksanaan sensus berjalan dengan baik dan menghasilkan data berkualitas,” jelasnya.
Firman juga mengungkapkan bahwa Sensus Ekonomi 2026 menjadi salah satu pelaksanaan sensus terbesar yang pernah dilakukan BPS karena cakupan pendataannya yang luas dan waktu pelaksanaan yang relatif panjang.
“Setiap sepuluh tahun sekali kita melaksanakan Sensus Ekonomi. Namun, untuk tahun 2026 ini merupakan sensus yang sangat besar karena proses pendataannya berlangsung sekitar tiga bulan dan mencakup berbagai sektor usaha di seluruh wilayah,” ungkapnya.
Menurutnya, kualitas data yang dihasilkan sangat bergantung pada kompetensi petugas lapangan. Oleh karena itu, pelatihan yang digelar menjadi bagian penting untuk membekali para petugas dengan pemahaman teknis, metodologi pendataan, serta etika dalam pelaksanaan sensus.
Pelatihan gelombang pertama dilaksanakan pada 2 hingga 4 Juni 2026 dan diikuti oleh petugas yang berasal dari sejumlah kecamatan, yakni Kesui Watubela, Teor, Seram Timur, Kilmury, Pulau Gorom, Gorom Timur, Pulau Panjang, Werinama, Siwalalat, Ukar Sengan, dan Siritaun Wida Timur.
Selama pelatihan, peserta akan mendapatkan berbagai materi terkait konsep dan definisi Sensus Ekonomi, teknik wawancara, penggunaan instrumen pendataan, hingga simulasi lapangan guna meningkatkan kesiapan mereka sebelum terjun langsung ke masyarakat.
Selain gelombang pertama, BPS Kabupaten SBT juga menjadwalkan pelatihan gelombang kedua yang akan berlangsung pada 10 hingga 12 Juni 2026. Pelatihan tersebut akan diikuti petugas dari Kecamatan Bula, Bula Barat, Teluk Waru, Kian Darat, dan Tutuk Tolu.***CNI-01

