Piru, CakraNEWS.ID — Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) turun tangan mengendalikan harga kebutuhan pokok di tengah melonjaknya harga cabai dan bawang. Pemkab SBB menggelar operasi pasar di Pasar Kota Piru, Rabu (26/8), sebagai langkah menjaga stabilitas harga sekaligus menekan inflasi daerah.
Operasi pasar tersebut dipimpin langsung Sekretaris Daerah (Sekda) SBB Leverne Alfin Tuasuun, didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan Djuharia Hamsidi, Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) SBB Renofaldi, serta perwakilan Polres SBB Iptu Asep Soisa.
Pantauan media ini, tim pemerintah daerah mengecek langsung kondisi harga sejumlah komoditas pangan strategis di Pasar Piru, terutama cabai, bawang, beras, telur, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lainnya.
Tuasuun mengatakan operasi pasar dilakukan untuk mengantisipasi dampak kenaikan harga bahan pokok terhadap daya beli masyarakat sekaligus menjaga stabilitas inflasi di SBB.
“Operasi pasar bahan pokok strategis dalam rangka menekan dan mengendalikan angka inflasi daerah. Karena itu kami turun langsung untuk melihat kondisi di Pasar Piru,” kata Tuasuun kepada wartawan, Rabu (26/8).
Menurutnya, cabai menjadi salah satu komoditas yang turut mendorong tingginya angka inflasi di SBB. Harga bawang merah juga terpantau mencapai Rp90 ribu hingga Rp100 ribu per kilogram. Kondisi serupa terjadi pada bawang putih.
Sementara harga sejumlah kebutuhan pokok lainnya masih relatif terkendali.
Melalui operasi pasar, pemerintah menyediakan sejumlah komoditas dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga di pasaran. Telur misalnya dijual sekitar Rp60 ribu per rak, minyak goreng Rp18 ribu hingga Rp20 ribu per liter, sedangkan beras kualitas medium dijual Rp19 ribu per kilogram.
Untuk kebutuhan sayur-mayur, harga masih relatif stabil, yakni sekitar Rp5 ribu per ikat.
Tuasuun berharap intervensi pemerintah melalui operasi pasar dapat membantu masyarakat sekaligus menekan harga komoditas yang mengalami kenaikan.
“Kita berharap dengan adanya operasi pasar ini harga cabai dapat menurun dan lebih terjangkau oleh masyarakat,” ujarnya.
Pemkab SBB juga memastikan operasi pasar tidak hanya dilakukan di Kota Piru. Pemerintah daerah membuka kemungkinan memperluas kegiatan serupa ke sejumlah kecamatan lain apabila kondisi harga pangan membutuhkan intervensi.
Selain operasi pasar, Pemkab SBB akan melakukan penertiban jalur distribusi dan memperbanyak mitra pemasok sebagai upaya menjaga ketersediaan serta kestabilan harga bahan pokok.
Tuasuun juga mengimbau para pedagang agar tidak menaikkan harga secara berlebihan dan mengambil keuntungan besar di tengah kondisi harga pangan yang sedang meningkat.
“Hal ini demi menstabilkan harga sembako di masyarakat. Saya mengimbau kepada pedagang untuk tidak menaikkan harga sembako dan tidak mengambil keuntungan yang besar,” tegasnya.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab SBB menjaga daya beli masyarakat dan memastikan gejolak harga pangan tidak berkembang menjadi tekanan inflasi yang lebih besar di daerah.

