Site icon Cakra News

Ini Pesan Bupati SBB Asri Arman di Peresmian Tugu Pela Gandong Lisabata

Piru, CakraNEWS.ID– Bupati Seram Bagian Barat (SBB), Asri Arman, menyampaikan pesan penting tentang menjaga dan merawat nilai persaudaraan orang basudara dalam momentum peresmian Tugu Pela Gandong di Desa Lisabata, Kecamatan Huamual, Rabu (25/3/2026).

Peresmian tugu tersebut dilakukan oleh Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, yang ditandai dengan penandatanganan prasasti sebagai simbol penguatan nilai persaudaraan adat masyarakat Maluku.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua TP-PKK SBB, Yeni Rosbayani Asri, Ketua TP-PKK Provinsi Maluku, Maya Baby Rampen Lewerissa, Wakil Bupati SBB sekaligus Ketua KONI SBB, Selfinus Kainama, Sekretaris Daerah SBB, Leverne Alvin Tuasuun, unsur Forkopimda, jajaran OPD, serta Anggota DPR RI, Alimudi Kolatlena.

Peresmian Tugu Pela Gandong ini dirangkaikan dengan pembukaan Turnamen Bola Voli “Idul Fitri Cup” serta agenda budaya bertajuk “Lisabata Panggil Pulang” yang berlangsung dalam suasana kebersamaan.

Dalam sambutannya, Bupati Asri Arman menegaskan bahwa pela dan gandong bukan sekadar simbol adat, tetapi merupakan fondasi utama dalam menjaga persatuan dan keharmonisan masyarakat Maluku.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus merawat nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah keberagaman yang menjadi kekuatan Maluku.

“Pela gandong ini bukan hanya warisan, tetapi tanggung jawab bersama yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang,” tegasnya.

Bupati juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Gubernur Maluku di Negeri Lisabata. Menurutnya, kehadiran tersebut menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah provinsi dalam memperkuat nilai-nilai budaya dan persaudaraan di daerah.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Pemerintah Kabupaten SBB akan terus berkomitmen menjaga dan melestarikan kearifan lokal sebagai bagian dari pembangunan daerah yang berakar pada budaya.

Desa Lisabata sendiri memiliki ikatan pela dengan 19 negeri dan hubungan gandong dengan tujuh negeri, yang selama ini menjadi perekat kuat dalam menjaga solidaritas, persatuan, serta kehidupan sosial masyarakat.

Melalui peresmian tugu ini, diharapkan nilai-nilai pela dan gandong semakin kokoh sebagai perekat sosial yang hidup dan terus berkembang di tengah masyarakat Maluku.***

Exit mobile version