Ambon, CakraNEWS.ID – Jejak kolaborasi antara Saudagar Muda Muhammadiyah Maluku dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Maluku pernah terbangun melalui sebuah forum diskusi kewirausahaan yang digelar pada 10 November 2021 di Rumah Kopi Tempo Doeloe, Ambon.
Meski tidak banyak terdokumentasi dalam pemberitaan media massa, kegiatan tersebut menjadi salah satu ikhtiar Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Maluku pada masa kepemimpinan Muhammad Anshari sebagai Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Maluku. Agenda bertajuk “Bacarita Entrepreneurship dengan Saudagar Muda Muhammadiyah Maluku” itu mengangkat tema “Penguatan Ekonomi Ummat, Melalui Entrepreneurship.”
Dalam kegiatan tersebut, M. Azis Tunny, yang saat itu menjabat sebagai Ketua BPD HIPMI Maluku periode 2021–2024, hadir sebagai narasumber utama.
Kehadirannya menjadi bagian dari upaya berbagi pengalaman, wawasan, serta motivasi kepada kader-kader muda Muhammadiyah mengenai pentingnya membangun jiwa kewirausahaan sejak dini.
Pada kesempatan itu, Muhammad Anshari menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada jajaran BPD HIPMI Maluku, khususnya kepada M. Azis Tunny, yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan berbagi pengalaman kepada kader Pemuda Muhammadiyah.
Menurut Anshari, kolaborasi antara organisasi kader dan organisasi pengusaha muda merupakan langkah strategis dalam membangun kemandirian ekonomi umat. Ia berharap sinergi yang telah terjalin tidak berhenti pada forum diskusi semata, tetapi dapat diwujudkan dalam berbagai program nyata yang mampu melahirkan lebih banyak wirausahawan muda di Maluku.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada BPD HIPMI Maluku yang telah memberikan perhatian terhadap agenda ini. Kehadiran dan pengalaman yang dibagikan menjadi motivasi bagi kader-kader Pemuda Muhammadiyah untuk berani membangun usaha dan mengambil peran dalam penguatan ekonomi umat,” ujar Anshari.
Momentum tersebut berlangsung tidak lama setelah Azis Tunny menyatakan komitmennya untuk membawa HIPMI Maluku menjadi wadah yang memperkuat kapasitas pengusaha muda, memperluas jejaring usaha, serta mendorong kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan dan keagamaan.
Kolaborasi ini mencerminkan adanya titik temu antara visi HIPMI yang berorientasi pada pengembangan pengusaha muda dengan semangat Saudagar Muda Muhammadiyah, yakni membangun kemandirian ekonomi umat melalui penguatan karakter entrepreneur.
Nilai kewirausahaan sendiri telah lama menjadi bagian dari tradisi Muhammadiyah yang mendorong lahirnya kader-kader mandiri, produktif, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
Meski demikian, penelusuran terhadap arsip media daring menunjukkan bahwa kegiatan Bacarita Entrepreneurship tersebut minim publikasi luas tetapi berdampak nyata terhadap sejumlah kader muda yang saat ini tengah menggeluti dunia usaha hingga saat ini.
Kolaborasi itu spirit penguatan ekonomi umat tidak hanya membutuhkan gagasan, tetapi juga kemitraan yang berkelanjutan antara organisasi kepemudaan, dunia usaha, dan komunitas masyarakat.***

