SBB,CakraNEWS.ID- Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) bersama TNI-Polri memperkuat langkah rekonsiliasi dalam penyelesaian konflik antara Desa Luhu dan Desa Iha, sekaligus menekan berbagai bentuk provokasi yang masih terjadi di lapangan.
Upaya tersebut dibahas dalam pertemuan resmi yang digelar di ruang rapat lantai II Kantor Bupati di Desa Morekau, Kecamatan Seram Barat, Senin (30/3/2026) pukul 15.38 WIT. Pertemuan dipimpin Bupati Asri Arman dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, di antaranya Dandim 1513/SBB,Letkol, Jaka Putra Dinda, Kapolres SBB, AKBP Andi Zulkifly, serta Kepala Kejaksaan Negeri SBB, Anto Widi Nugroho.
Turut hadir Wakil Bupati Selfianus Kainama, Sekda Leverne Alvin Tuasuun, pimpinan OPD, aparat keamanan, serta tokoh agama dan masyarakat dari kedua desa.
Kapolres SBB, AKBP Andi Zulkifly, dalam arahannya menegaskan bahwa konflik yang terjadi berawal dari tindakan perorangan berupa penganiayaan pada 4 Februari 2026, yang kemudian berkembang menjadi aksi balasan dan memicu eskalasi konflik.
“Peristiwa awal berkembang menjadi reaksi berantai, termasuk pembakaran pangkalan ojek di sekitar Gunung Tembaga pada hari yang sama, yang kemudian memicu aksi saling balas,” ujarnya.
Akibat rangkaian kejadian tersebut, sejumlah kendaraan bermotor dilaporkan terbakar. Aparat gabungan TNI, Polri, dan Brimob bersama pemerintah daerah telah melakukan langkah pengamanan serta mediasi, termasuk pertemuan-pertemuan parsial yang menghasilkan kesepakatan di tingkat desa.
Kapolres juga mengungkapkan, menjelang bulan Ramadan, kedua desa sempat menyelesaikan persoalan secara mandiri dan situasi berjalan kondusif. Namun, kondisi kembali terganggu akibat munculnya provokasi yang belum diketahui sumbernya.
“Masih terdapat bunyi-bunyian seperti ledakan atau tembakan yang meresahkan masyarakat. Selain itu, ada juga kasus penganiayaan ringan dan beberapa kejadian lain yang masih dalam penyelidikan,” katanya.
Terkait insiden terbakarnya dapur salah satu sekolah di perbatasan Desa Iha dan Luhu, pihak kepolisian menegaskan, penyebabnya masih dalam proses penyelidikan dan belum dapat disimpulkan.
Hingga saat ini, aparat TNI, Polri, dan Brimob masih disiagakan di kedua desa guna menjaga stabilitas keamanan. Aparat juga mengimbau masyarakat untuk menahan diri serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
Pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat rekonsiliasi, menekan potensi konflik lanjutan, serta mendorong pemulihan situasi keamanan agar kembali normal dan kondusif di wilayah Seram Bagian Barat.**CNI-03

