Site icon Cakra News

PHBG Sinode GPM Gelar Rapat Perdana, Watubun Dorong Pelayanan Gerejawi Berdampak Sosial

Ambon, CakraNEWS.ID– Panitia Hari Besar Gerejawi (PHBG) Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) menggelar rapat perdana sebagai langkah awal memperkuat arah pelayanan gerejawi yang kontekstual dan berdampak sosial, Kamis (28/5/2026).

Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Ketua PHBG Sinode GPM itu dipimpin Ketua PHBG Benhur George Watubun, didampingi Sekretaris PHBG Pdt. Martha Patty, M.Th. Kegiatan diawali dengan doa bersama yang dipimpin Wakil Ketua II Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode GPM sekaligus Pendamping PHBG, Pdt. A. Lohy.

Pertemuan tersebut menjadi momentum awal konsolidasi pelayanan sekaligus penguatan arah program kerja PHBG ke depan. Dalam rapat itu, seluruh unsur kepanitiaan diperkenalkan, yang terdiri dari enam seksi pelayanan, yakni Seksi Seminar dan Peribadahan, Seksi Perlengkapan, Seksi Usaha Dana, Seksi Keamanan, Seksi Kesehatan, serta Seksi Publikasi dan Dokumentasi.

Ketua PHBG Benhur George Watubun dalam arahannya menyampaikan apresiasi atas kesiapan dan komitmen seluruh anggota panitia untuk melayani gereja melalui PHBG.

Menurut Watubun, pelayanan gerejawi tidak hanya membutuhkan kemampuan dalam berorganisasi, tetapi juga ketulusan hati dan kesetiaan dalam menjalankan panggilan pelayanan.

“Terima kasih atas kehadiran seluruh anggota panitia dalam rapat perdana ini. Kehadiran kita menunjukkan adanya kesamaan visi dan semangat untuk melayani gereja yang kita cintai bersama,” ujar Watubun.

Ia menegaskan pentingnya menjaga komitmen dan membangun kebersamaan dalam pelayanan. Selain itu, komunikasi yang sehat dan terbuka dinilai menjadi fondasi utama dalam memperkuat koordinasi dan solidaritas antarpanitia.

“Hari ini menjadi awal perjalanan pelayanan PHBG. Ke depan, komunikasi dan koordinasi harus terus dibangun, baik melalui pertemuan langsung maupun media komunikasi lainnya, agar hubungan kerja dan kebersamaan tetap terjaga,” katanya.

Watubun juga menekankan bahwa PHBG sebagai bagian dari perangkat pelayanan Sinode GPM wajib bekerja berdasarkan arah kebijakan dan petunjuk teknis dari MPH Sinode GPM, sehingga seluruh program yang dijalankan tetap sejalan dengan visi pelayanan gereja secara menyeluruh.

Sementara itu, Sekretaris PHBG Pdt. Martha Patty, M.Th menjelaskan, PHBG setiap tahunnya memikul tanggung jawab atas sejumlah agenda besar gerejawi, mulai dari penyerahan hewan kurban pada momentum Idul Adha, peringatan Hari Ulang Tahun GPM, hingga Perayaan Natal Tingkat Sinode GPM.

Ia juga mengapresiasi langkah cepat panitia yang telah melaksanakan penyerahan hewan kurban kepada Panitia Kurban Masjid Raya Al-Fatah meski PHBG belum menggelar rapat resmi sebelumnya.

“Meskipun PHBG belum menggelar rapat resmi sebelumnya, pelayanan sudah mulai dijalankan melalui penyerahan hewan kurban. Hal ini menunjukkan semangat pelayanan dan komitmen kebersamaan yang patut diapresiasi,” ujarnya.

Dalam arahannya, Pendamping PHBG Pdt. A. Lohy menekankan pentingnya penyusunan program pelayanan gerejawi yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan sosial jemaat dan masyarakat luas.

Menurut Lohy, PHBG perlu menghadirkan bentuk pelayanan yang relevan dengan konteks kehidupan umat saat ini agar kehadiran gereja semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Ia berharap seluruh unsur panitia dapat bekerja dalam semangat kerja sama, menjaga integritas pelayanan, serta merancang program-program yang memberi dampak positif bagi kehidupan bergereja maupun bermasyarakat.***

Exit mobile version