Site icon Cakra News

Sinergi Polda Kepri Dan BNN RI, Komitmen Berantas Dan Tindak Tegas Peredaran Narkoba Di Kepri

Kepri,CakraNEWS.ID-Sebagai wilayah perbatasan dan rawan menjadi jalur masuk narkotika dari luar negeri, Provinsi Kepulauan Riau kembali mendapat perhatian dari Badan Narkotika Nasional (BNN) RI.

Upaya pencegahan serta penegakan hukum terhadap peredaran gelap narkotika di wilayah Kepri dilakukan Polda Kepri bersama BNN dengan berkolaborasi bersama TNI, Bakamla, Korpolairud Mabes Polri, serta menjalin kerja sama dengan negara tetangga.

“Wilayah Kepulauan Riau merupakan wilayah perbatasan dengan banyak pintu masuk,baik pelabuhan legal maupun tidak resmi. Hal ini menjadi tantangan sekaligus ancaman serius. Karena itu, kami terus memperkuat kolaborasi dengan BNN, TNI, Bakamla, Korpolairud Mabes Polri, serta menjalin kerja sama dengan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia,”ujar Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin, menerima kunjungan kerja Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, yang dirangkaikan dengan audiensi bersama Kapolda Kepulauan Riau di Ruang Kerja Kapolda Kepri, Jumat (16/1/2026).

Kapolda Kepri juga menyampaikan apresiasi atas kunjungan KA BNN RI dan menegaskan komitmen Polda Kepri untuk terus memperkuat sinergi bersama BNN dan seluruh stakeholder terkait.

“Polda Kepri bersama BNN dan stakeholder terkait berkomitmen untuk mengoptimalkan upaya pencegahan dan penindakan terhadap jaringan peredaran narkotika demi menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat Kepulauan Riau,”tegas Irjen Pol, Irjen Pol Asep Safrudin.

Dikesempatan yang sama,Kepala BNN RI, Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas sinergi dan kolaborasi yang selama ini terjalin antara BNN, melalui BNN Provinsi Kepulauan Riau, dengan Polda Kepulauan Riau dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

“Soliditas antarlembaga menjadi faktor kunci dalam menghadapi kompleksitas ancaman kejahatan narkotika, khususnya di Kepulauan Riau yang memiliki karakteristik geografis strategis dan berbatasan langsung dengan sejumlah negara,”ujar Komjen Pol, Ario Seto.

Ia juga menegaskan pentingnya penerapan hukuman yang keras dan tegas bagi para pelaku kejahatan narkotika sebagai efek jera, terutama terhadap jaringan yang berupaya mengedarkan narkotika dari luar negeri.

Hal ini dinilai penting agar Indonesia tidak terkesan lemah dalam menghadapi kejahatan narkotika, sekaligus sebagai wujud komitmen negara dalam melindungi masyarakat dari ancaman narkotik.

“Penanganan kejahatan narkotika harus dilakukan secara linier dan terpadu. Upaya tersebut tidak hanya mengedepankan pemberantasan melalui penegakan hukum, tetapi juga diperkuat dengan langkah pencegahan serta rehabilitasi guna memutus mata rantai peredaran gelap narkotika,”tegas Kepala BNN RI.

Kepala BNN RI juga berharap sinergi yang telah terbangun antara BNN dan Polda Kepulauan Riau dapat terus diperkuat dan ditingkatkan, sehingga pelaksanaan P4GN di wilayah Kepulauan Riau dapat berjalan lebih efektif, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi perlindungan masyarakat.

Untuk diketahui, Audiensi tersebut dihadiri oleh Deputi Hukum dan Kerja Sama BNN RI Irjen Pol. Drs. Agus Irianto, para Direktur di lingkungan BNN RI, Kepala BNN Provinsi Kepulauan Riau Brigjen Pol. Hanny Hidayat, Wakapolda Kepri Brigjen Pol Anom Wibowo, Irwasda, Kepala BNN Kota Batam Kombes Pol. Nestor N.Simanihuruk, serta jajaran pimpinan dan Pejabat Utama Polda Kepri, termasuk Koorspri, dan PJU Polda Kepri.**CNI-01

Exit mobile version