Bula, CakraNEWS.ID – Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Sekretariat Daerah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Semester I Tahun 2025, Kamis (28/8/2025). Kegiatan yang berlangsung di Sigafua Café dan Resto, Bula ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi capaian sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam upaya menekan angka stunting di daerah.
Rakor dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Seram Bagian Timur, M. Miftah Thoha R. Wattimena, S.IP, MA, yang hadir mewakili Bupati SBT Fachri Husni Alkatiri, Lc, M.Si. Hadir dalam kesempatan tersebut Sekretaris Daerah, Kepala Kantor Kementerian Agama SBT, Asisten II, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat, kepala puskesmas, hingga kepala desa. Berdasarkan data panitia, sebanyak 45 peserta aktif mengikuti jalannya rapat koordinasi ini.
Dalam sambutannya, Bupati yang diwakili Wakil Bupati menegaskan bahwa stunting masih menjadi persoalan serius pembangunan manusia yang membutuhkan perhatian ekstra. Ia menyebutkan, stunting tidak hanya berimplikasi pada kesehatan anak semata, tetapi juga memberi dampak jangka panjang terhadap kualitas generasi penerus, produktivitas bangsa, serta masa depan pembangunan daerah.
“Stunting bukan hanya soal ukuran tubuh anak yang pendek, melainkan sebuah ancaman terhadap kualitas sumber daya manusia kita. Jika tidak ditangani dengan serius, maka hal ini akan memengaruhi masa depan Seram Bagian Timur secara keseluruhan,” tegasnya.
Lebih jauh, Bupati melalui Wakil Bupati menyampaikan empat poin penting yang harus menjadi fokus kerja bersama, yaitu:
1. Penguatan koordinasi lintas sektor. Setiap perangkat daerah diminta bergerak bersama, saling melengkapi, dan mendukung program penurunan stunting secara terintegrasi.
2. Efektivitas intervensi spesifik dan sensitif. Meliputi layanan kesehatan ibu dan anak, pemenuhan gizi, ketersediaan air bersih, sanitasi, serta edukasi keluarga terkait pola asuh dan pola makan.
3. Pelibatan aktif desa dan masyarakat. Desa dianggap sebagai garda terdepan, termasuk peran PKK, kader posyandu, serta pendamping keluarga dalam mendukung perubahan perilaku masyarakat.
4. Pemantauan dan evaluasi berkelanjutan. Seluruh program harus dipastikan tepat sasaran serta memberikan dampak nyata bagi penurunan angka stunting.
Bupati Alkatiri juga menyampaikan optimisme bahwa Kabupaten Seram Bagian Timur mampu mencapai target penurunan stunting tahun 2025, bahkan berpotensi melampaui target nasional, apabila seluruh elemen daerah bersinergi secara maksimal.
“Saya yakin, dengan kerja keras, sinergi, dan kepedulian kita bersama, target penurunan stunting di Kabupaten Seram Bagian Timur pada tahun 2025 dapat tercapai, bahkan melampaui target nasional,” ujar Bupati Alkatiri dalam sambutan yang dibacakan Wakil Bupati.
Rapat koordinasi ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antar sektor, baik pemerintah, masyarakat, maupun pemangku kepentingan lainnya. Pemerintah Daerah berharap, langkah strategis yang lahir dari forum ini mampu memastikan setiap anak di Seram Bagian Timur tumbuh sehat, cerdas, dan produktif.
Menutup sambutannya, Bupati menitipkan pesan penuh makna kepada seluruh peserta Rakor “Setiap langkah kecil yang kita lakukan hari ini adalah penentu besar bagi masa depan anak-anak kita. Menyelamatkan mereka dari stunting berarti menyelamatkan masa depan Seram Bagian Timur.”