Site icon Cakra News

Warga Waiheru Jadi Korban Penganiayaan di Lokasi Tambang Cinabar Huamual, Polisi Lakukan Penyelidikan

Ambon, CakraNEWS.ID– Seorang warga Desa Waiheru, Kota Ambon, menjadi korban penganiayaan di kawasan tambang batu Cinabar yang berada di wilayah Negeri Iha – Luhu, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat, Sabtu (7/2/2026) pagi.

Korban diketahui bernama La Ode Jamilu (43), beragama Islam, bekerja sebagai penambang batu sinabar.

Akibat peristiwa tersebut, korban mengalami sejumlah luka serius dan harus dilarikan ke Puskesmas Negeri Iha untuk mendapatkan perawatan medis.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Babinsa Negeri Iha, peristiwa terjadi sekitar pukul 10.00 WIT.

Korban mengalami luka di beberapa bagian tubuh, di antaranya dua luka robek di bagian kepala, bibir pecah, luka robek pada siku tangan kanan akibat hantaman benda keras, serta kaki kiri mengalami pembengkakan akibat pukulan benda tumpul.

Peristiwa bermula dari persoalan pengelolaan kolam penambangan milik warga Desa Luhu atas nama Haikal Kaya (37), yang mempercayakan korban untuk menangani kolam tersebut.

Namun, sejumlah orang diduga masuk ke area kolam dengan indikasi melakukan pencurian.

Salah satu terduga pelaku disebut berinisial Oji Waleulu bersama beberapa orang lainnya.

Aksi tersebut dipergoki oleh korban dan rekan-rekannya, sehingga terjadi adu mulut yang berujung pada perkelahian.

Dalam peristiwa itu, korban diduga dikeroyok oleh kelompok terduga pelaku hingga terkapar.

Korban kemudian dievakuasi menggunakan kendaraan sederhana jenis spit (pentura) menuju Puskesmas Negeri Iha.

Pasca kejadian, situasi di kawasan gunung Tambaga sempat dilaporkan tegang, dengan adanya konsentrasi massa dari dua desa, yakni Iha dan Luhu.

Namun aparat keamanan bersama dari unsur TNI/Polri berhasil melakukan pendekatan dan imbauan kepada masyarakat agar tidak terprovokasi dan menyerahkan penanganan kasus kepada pihak berwenang.

Hingga siang hari, situasi di Negeri Iha maupun negeri Luhu dilaporkan kondusif, meski aparat tetap melakukan langkah antisipasi dengan melakukan penjagaan di perbatasan kedua negeri.

Kapolsek Huamual IPDA Salim Balami dikonfirmasi mengakui adanya insiden tersebut.

Dia katakan, pihaknya tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait peristiwa penganiayaan tersebut.

“Kami saat ini lakukan penjagaan untuk mengantisipasi hal hal tidak diinginkan. Saat ini kondisi terkendali. Kami bersama seluruh stake holder di kecamatan. Ada camat, Pemdes Iha maupun Luhu sementara intens komunikasi dan bertemu mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan,” singkat dia.***

Exit mobile version