Ambon, CakraNEWS.ID— Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) Polda Maluku menggelar kegiatan buka puasa bersama dalam rangka Ramadan 1447 Hijriah bersama warga binaan di Rumah Tahanan (Rutan) Dit Tahti Polda Maluku, Jumat (6/3).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Tahti Polda Maluku, AKBP Yamy Reawaruw, S.E., dan dihadiri sejumlah pejabat serta tokoh lintas agama di Kota Ambon.
Tamu undangan yang hadir di antaranya Kabid Dokkes Polda Maluku Kombes Pol. dr. M. Faizal Zulkarnaen, M.H., Sp.F., perwakilan Kepala Kementerian Agama Kota Ambon melalui Kasi Bimas Islam H. Saradju, didampingi penceramah Ustaz Hamid.
Selain itu, turut hadir perwakilan Biro SDM Polda Maluku, Ketua Yayasan Al-Ikhlas atau yang mewakili, Ketua Majelis Jemaat Kategorial Polri Teratai Kasih, Ketua Majelis Jemaat GPM Efrata Pandan Kasturi, Gembala GBI Rock, Gembala Imanuel Sungai Yordan, Gembala Persekutuan Kristen Oikumene Ambon, serta penyuluh agama Kristen, Katolik, dan Hindu dari Kementerian Agama Kota Ambon.
Dalam kegiatan tersebut, selain buka puasa bersama, Dit Tahti Polda Maluku juga menyerahkan bantuan paket tali asih berupa sembako kepada anak yatim, keluarga kurang mampu di Kota Ambon, serta sejumlah warga binaan yang beragama Muslim.
Direktur Tahti Polda Maluku AKBP Yamy Reawaruw mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pembinaan menyeluruh terhadap warga binaan yang berada di Rutan Tahti Polda Maluku.
“Momentum Ramadan ini kami manfaatkan sebagai bagian dari pendampingan secara total dalam proses pembinaan warga binaan, baik secara mental, spiritual, maupun sosial,” kata Yamy dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, kegiatan kebersamaan seperti buka puasa bersama diharapkan dapat menumbuhkan rasa persaudaraan di antara warga binaan sekaligus memperkuat nilai-nilai kepedulian terhadap sesama.
“Melalui kegiatan ini kami ingin memupuk kebersamaan antar warga binaan, menumbuhkan kepedulian terhadap sesama, serta mengajak mereka untuk tetap patuh terhadap aturan selama menjalani proses pembinaan,” ujarnya.
Menurut Reawaruw, sebagai institusi yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan tahanan, Direktorat Tahti tidak hanya menjalankan fungsi pengamanan, tetapi juga pembinaan agar para warga binaan dapat menjalani proses hukum dengan baik serta memiliki kesadaran untuk memperbaiki diri.
“Karena itu kami juga berbagi tali asih kepada masyarakat yang membutuhkan serta kepada warga binaan, sebagai wujud kepedulian dan nilai kemanusiaan yang terus kami kedepankan,” tambahnya.
Sementara itu, perwakilan Kepala Kementerian Agama Kota Ambon melalui Kasi Bimas Islam, H. Saradju, dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf dari Kepala Kemenag Kota Ambon yang tidak dapat hadir karena memiliki agenda lain yang waktunya bersamaan dengan kegiatan tersebut.
Pihaknya juga menyampaikan apresiasi atas inisiatif Direktorat Tahti Polda Maluku yang menggelar kegiatan keagamaan sekaligus kegiatan sosial bersama warga binaan dan masyarakat.
“Kami menyampaikan salam dari Kepala Kementerian Agama Kota Ambon yang sedianya ingin hadir, namun karena ada agenda lain yang tidak dapat ditinggalkan, beliau menitipkan salam dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini,” kata Saradju.
Menurutnya, kegiatan buka puasa bersama yang melibatkan warga binaan, tokoh agama, serta masyarakat merupakan langkah positif dalam membangun nilai kebersamaan, toleransi, dan pembinaan spiritual.
“Kegiatan seperti ini sangat baik karena tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga memberikan penguatan spiritual bagi warga binaan agar tetap memiliki semangat memperbaiki diri serta menjalani proses pembinaan dengan penuh kesadaran dan keikhlasan,” ujarnya.
Sebelum pelaksanaan buka puasa bersama, kegiatan diawali dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ustaz Hamid dari Kementerian Agama Kota Ambon.
Dalam ceramahnya, ia menekankan pentingnya membangun kebersamaan, kesadaran diri, serta keikhlasan dalam menjalani kehidupan, termasuk bagi warga binaan yang sedang menjalani proses pembinaan.
Ia juga mengajak seluruh peserta kegiatan, terutama warga binaan, untuk menjadikan bulan suci Ramadan sebagai momentum memperbaiki diri serta memperkuat nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan.***

