Ambon, CakraNEWS.ID – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Darussalam Ambon (FISIP UNIDAR) resmi memiliki dekan baru setelah pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Moh. Daud Marasabessy, S.IP., M.Si. pada Selasa (25/2).
Momentum tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat tata kelola fakultas sekaligus meningkatkan kualitas implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Usai dilantik, Moh. Daud Marasabessy menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran kelembagaan FISIP sebagai pusat pengembangan ilmu sosial dan politik yang adaptif, kritis, serta kontributif terhadap pembangunan daerah dan nasional.
“Tri Dharma Perguruan Tinggi bukan hanya kewajiban normatif, tetapi fondasi utama eksistensi dan legitimasi perguruan tinggi. FISIP harus tampil sebagai motor penggerak dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya dalam sambutan perdana.
Dalam bidang pendidikan dan pengajaran, FISIP akan mendorong peningkatan mutu pembelajaran berbasis riset, penguatan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan zaman, serta pembentukan karakter mahasiswa yang berintegritas dan berwawasan kebangsaan.
Pada aspek penelitian, kepemimpinan baru berkomitmen meningkatkan produktivitas dan kualitas publikasi ilmiah dosen maupun mahasiswa.
Langkah tersebut akan diperkuat melalui perluasan kolaborasi riset dengan pemerintah daerah, lembaga legislatif, dan berbagai mitra strategis lainnya.
Sementara itu, dalam pengabdian kepada masyarakat, FISIP diarahkan untuk memperkuat keterlibatan akademisi dalam menghadirkan solusi berbasis kajian ilmiah terhadap persoalan sosial, politik, serta tata kelola pemerintahan di Maluku.
Selain penguatan Tri Dharma, dekan baru juga menekankan pentingnya tata kelola fakultas yang profesional, transparan, dan akuntabel sebagai prasyarat mewujudkan institusi yang unggul dan berdaya saing.
Dengan dukungan seluruh civitas akademika, FISIP UNIDAR Ambon optimistis dapat memperkuat eksistensinya sebagai lembaga pendidikan tinggi yang responsif terhadap dinamika sosial-politik dan berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah.***

