Site icon Cakra News

Isu Penculikan Anak di Seram Bagian Barat, Kapolres Minta Masyarakat Jangan Khawatir

Polres Seram Bagian Barat Tanggapi Isu Penculikan Anak

Piru, CakraNEWS.ID— POLRES Seram Bagian Barat (SBB) menanggapi maraknya isu penculikan anak, Rabu (25/01). Tanggapan tersebut langsung oleh Kapolres SBB, AKBP. Dennie Andreas Dharmawan, S.I.K kepada media di Piru.

Kapolres mengakui, beberapa hari belakangan Masyarakat Saka Mese Nusa (Julukan kabupaten SBB) dihebohkan dengan isu penculikan Anak.

Hal ini kata Kapolres dikuatkan dengan persitiwa di dusun Siompo desa Kairatu kecamatan Kairatu.

Kronologi kejadian tersebut yakni, anak kecil (14) di datanggi 2 orang pemuda dibujuk / merayu Anak kecil itu , namun Anak itu tidak mau mengikuti kedua orang itu. Namun ada upaya paksa dari kedua orang itu untuk menarik baju hingga sobek, namun tidak berhasil.

“Peristiwa ini suda dilaporkan di polsek Kairatu dan telah ditindak lanjuti,” akuinya.

Menurut Kapolres, hal ini di laporkan dengan motif adanya tindak penculikan, juga pencabulan atau tindakan  kekerasan lainnya.

“Saat ini tim dari Polres dan Polsek sementara masi dalami kejadian tersebut.,” akuinya.

Peristiwa kedua, ada informasi  bahwa kejadian baru-baru ini di Kota Piru.  Bahwa ada orang muka baru yang masuk di Kota Piru untuk penculikan Anak. Isu ini kemudian dibesar-besarkan.

“Setelah mendengar informasi ada orang baru masuk di kota Piru , Saya perintahkan Kapolsek untu segera cek informasi , namun Informasi yang dilaporkan kepada Saya ( red-Kapolres ), ternyata Orang baru yang masuk ke Kota Piru. Ini orang baru dari Masohi untuk cari Dana Pembangunan Gedung  Gereja di Masohi,” jelas dia meluruskan informsi.

Kehadiran sejumlah orang itu sudah dikonfirmasi langsung oleh Kapolsek. Diketahui, mereka yang disebut wajah baru tersebut ternyata benar Panitia Pembangunan Gedung Gerja  di Masohi.

“Ternyata betul mereka yang di utus  datang dari Masohi itu 3 orang untuk mencari Dana untuk pembangunan Gereja. Saya rasa terlalu dibesar-besarkan.”

“Sekarang ini yang terjadi di wilayah Kabupaten SBB ini aman-aman saja tidak ada hal-hal yang dikawatirkan. Saya berpikir dari sisi Kepolisian seorang pencuru Anak Kecil dengan melakukan motor itu tidak sangat memungkinkan,” tegas dia menambahkan.

HIMBAUAN KAPOLRES

Himbauan pertama ditekankan agar masyarakat tidak perlu khawatir atas isu-isu sesat yang ada. Perihal itu, letak geografis kabupaten SBB terpantau laut, darat. Akses dari pelabuhan langsung ke Negara lain kan tidak ada di kabupaten SBB.

“Semua Wilayah Kita sudah terpantau semua sampai di pelabuhan speed maupun pelabuan penyebarangan Kapal  Fery. Untuk itu, Saya menghimbau kepada Masyarakat yang pertama , teman teman pers mentampaikan  pemberitaan yang menyeukan dan Saya juga akan sampaikan kepada Pemerintah Daerah menghimbau kepada Masyarakat,” terangnya.

Kedua Kepada Orang Tua. Namanya Orang Tua wajib kontrol anak-anak waktu ke-sekolah atau pada waktu bermain. Wajarlah orang tua tetap mengawasi apa lagi anaknya masih kecil.

Ketiga , personil Kepolisian Polres SBB berkewajiban melakukan pemantauan pada saat jam sekolah dan pada saat pulang sekolah anak-anak pelajar. Sudah ada pelayanan dari pihak kepolisian untuk tetap mengawasi Anak Sekolah baik pada masuk sekolah maupun pulang sekolah terutama di jalan jalan raya.

“Diharapkan Masyarakat tenang dan tidak membesar-besarkan isu penculikan Anak. Ada hal hal yang kurang menyenangkan atau ada kecurigaan tolong laporkan kepada pihak yang berwajib.”

“Terakhir Kami akan melakukan himbauan di sekolah sekolah dan Kami tidak akan biarkan Masyarakat Kita ini menjadi Korban Penculikan,” pungkas Kapolres.

Untuk diketahui,  tanggapan yang disampaikan itu dihadiri sejumlah pejabart Polres SBB mendampingi Kapolres diantaranya, Kasat Intelkam Iptu Jayadi, Kasat Humas AKP Jopy Nuniary , KBO Sat Reskrim Ipda Hendrik Nikijulu ,Kapolsek Piru Iptu Leimena dan Kapolsek Kairatu Iptu Aris.*** CNI-03

Exit mobile version