Site icon Cakra News

Lewat Cuitan Medsos, Wali Kota Ambon Sampaikan Refleksi: Seleksi Sekkot Kehendak Tuhan

Ambon, CakraNEWS.ID– Wali Kota Bodewin M. Wattimena menyampaikan refleksi mendalam terkait proses seleksi Sekretaris Daerah (Sekkot) Kota Ambon melalui cuitan di akun media sosial (medsos) pribadinya, Rabu (22/04).

Unggahan tersebut menjadi perhatian publik karena tidak hanya memuat perkembangan tahapan seleksi, tetapi juga sarat pesan moral dan spiritual.

Dalam cuitannya, Bodewin menegaskan bahwa jabatan Sekkot harus dimaknai sebagai kehendak Tuhan.

Karena itu, setiap peserta diminta untuk menjalani seluruh tahapan dengan penuh ketaatan, mengikuti mekanisme yang berlaku, serta menjaga sikap dan integritas selama proses berlangsung.

“Jika jabatan Sekretaris Daerah dimaknai sebagai kehendak Tuhan, maka jalani, ikuti, taati dan patuh terhadap tahapan dan mekanisme yang berlaku,” tulisnya.

Ia juga mengajak para kandidat untuk tetap percaya pada proses seleksi yang objektif. “Yakinlah kepada siapa yang berkenan Dialah yang akan terpilih,” lanjutnya.

Wali Kota turut mengonfirmasi bahwa tahapan tes kesehatan telah dilalui oleh para peserta, menandakan seleksi telah memasuki fase lanjutan. Empat kandidat yang masih bersaing yakni Robby Sapulette, Apries Gaszpers, Steven Dominggus, dan Richard Luhukay, disebutkan secara langsung sebagai bentuk dukungan moral agar tetap semangat mengikuti proses hingga akhir.

Cuitan tersebut ditutup dengan doa agar seluruh tahapan berjalan lancar dan diberkati. Tagar khas seperti #BetaParAmbon, #AmbonParSamua, dan #Dong4ParAmbon turut disematkan sebagai simbol semangat kebersamaan dalam membangun kota.

Sebagaimana diketahui, proses seleksi Sekkot Ambon juga menjadi sorotan luas dan dapat diikuti melalui berbagai pemberitaan di media lokal.

Sejumlah laporan terbaru menyoroti tahapan seleksi yang telah berjalan sejak pendaftaran ditutup hingga kini memasuki tahap lanjutan, termasuk dinamika di ruang publik yang ikut mengiringi proses tersebut.

Pemerintah Kota Ambon sendiri menegaskan bahwa jabatan Sekkot merupakan jabatan karier tertinggi dalam birokrasi ASN, sehingga seluruh proses harus dijaga netralitas, transparansi, dan profesionalitasnya.

Dalam konteks itu, pesan reflektif yang disampaikan Wali Kota melalui media sosial dinilai menjadi pengingat penting agar seleksi tetap berjalan sesuai aturan dan bebas dari intervensi.***

Exit mobile version