Ambon, CakraNEWS.ID — Proses seleksi calon Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon kini memasuki tahapan penentuan setelah para kandidat mengikuti assessment di Assessment Center Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta. Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, menargetkan hasil akhir dari seluruh rangkaian seleksi dapat diketahui pada pekan depan.
“Assessment sedang berlangsung selama dua hari oleh asesor Kemendagri. Kita berharap minggu depan sudah ada hasil komprehensif dari seluruh tahapan yang diikuti para calon,” ujar Wattimena kepada wartawan di Gedung Azhari, Senin (4/5/2026).
Ia menjelaskan, Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, bersama empat calon Sekkot telah diberangkatkan ke Jakarta untuk mengikuti tahapan assessment tersebut. Menurutnya, proses itu menjadi bagian penting dalam menentukan figur yang dinilai paling tepat menduduki jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Kota Ambon.
Selain membahas seleksi Sekkot, Wattimena juga menyoroti persoalan sosial yang belakangan menjadi perhatian masyarakat, yakni penyalahgunaan kawasan Jembatan Merah Putih sebagai lokasi tindakan nekat mengakhiri hidup.
Ia menegaskan bahwa pengawasan semata tidak cukup untuk mencegah kejadian serupa tanpa adanya perhatian serius dari lingkungan keluarga. Menurutnya, keluarga memiliki peran utama dalam menjaga kondisi mental dan emosional setiap anggota keluarga.
“Jembatan itu dibangun untuk memperlancar transportasi, bukan untuk hal-hal yang merugikan diri sendiri. Sesulit apa pun persoalan hidup, selalu ada jalan keluar,” tegasnya.
Pemerintah Kota Ambon, lanjut Wattimena, telah berkoordinasi dengan Balai Pelaksana Jalan Nasional selaku pengelola Jembatan Merah Putih untuk memasang spanduk imbauan di kawasan tersebut sebagai langkah pencegahan.
Meski demikian, ia menilai solusi utama tetap terletak pada kepedulian keluarga dan lingkungan sekitar dalam memberikan dukungan moral kepada individu yang menghadapi persoalan hidup.
“Kita tidak mungkin menutup jembatan. Karena itu, peran keluarga sangat penting untuk saling menjaga dan mengingatkan,” ujarnya.***

