Site icon Cakra News

Pemuda Muhammadiyah Maluku dan BPJS Kesehatan Cabang Ambon Edukasi Pelajar soal JKN

Ambon, CakraNEWS.ID– Pemuda Muhammadiyah Maluku melalui Bidang Kesehatan bekerja sama dengan BPJS Kesehatan Cabang Kota Ambon menggelar Forum Group Discussion (FGD) bagi siswa-siswi SMK Muhammadiyah Ambon.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula SMK Muhammadiyah Ambon, Senin (9/2/2026).

FGD ini mengangkat tema “Komitmen Pemerintah dalam Menjaga Mutu dan Mobilitas Program Jaminan Kesehatan Nasional”, sebagai upaya meningkatkan pemahaman generasi muda tentang pentingnya kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan.

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini, Wakil Ketua IV DPRD Maluku Abdul Azis Sangkala, Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon dr. Johan S. Norimarna, Kepala Bagian Kepesertaan BPJS Kesehatan Cabang Kota Ambon Andi Muh Irfan, serta Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Maluku dr. Saleh Tualeka.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Nasyiatul Aisyiyah Kota Ambon, Nasyiatul Aisyiyah Wilayah Maluku, Klinik Sahid Tuhulele, pengurus Pemuda Muhammadiyah Maluku, serta perwakilan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), BEM Universitas Darussalam (Unidar), dan BEM UM Maluku.

Dalam pemaparannya, Andi Muh Irfan kepala bagian kepesertaan BPJS Ambon menegaskan bahwa Program Jaminan Kesehatan Nasional merupakan sistem jaminan kesehatan berbasis gotong royong yang dikelola oleh BPJS Kesehatan.

Ia menjelaskan, biaya pelayanan kesehatan yang tinggi dapat ditanggung secara bersama melalui iuran peserta JKN.

Sebagai contoh, biaya operasi jantung yang dapat mencapai lebih dari Rp130 juta dapat ditanggung melalui mekanisme gotong royong.

“Biaya operasi jantung sekitar Rp130 juta itu bisa ditanggung apabila ada sekitar 3.000 peserta sehat yang membayar iuran Rp42 ribu. Inilah esensi gotong royong dalam Program JKN,” ujar Andi.

Menurutnya, Program JKN merupakan salah satu program jaminan kesehatan terbesar di dunia yang hingga kini terus berjalan secara berkelanjutan.

Bahkan, Indonesia dinilai berhasil menyelenggarakan program jaminan kesehatan nasional, sementara sejumlah negara maju belum sepenuhnya berhasil.

“Program JKN sudah berjalan lebih dari 12 tahun. Ini menunjukkan komitmen negara dalam menjamin akses layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat,” katanya.

Andi juga menekankan bahwa pembayaran iuran JKN merupakan bentuk solidaritas sosial, di mana peserta yang sehat membantu peserta yang sakit, serta peserta yang mampu membantu peserta yang kurang mampu.

“Seluruh iuran yang masuk ke BPJS Kesehatan dikumpulkan dalam dana jaminan sosial untuk membiayai saudara-saudara kita yang sedang sakit dan membutuhkan pelayanan kesehatan,” jelasnya.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menunda pembayaran iuran dan tidak menunggu hingga sakit untuk mendaftar JKN, mengingat adanya masa aktif kepesertaan.

“Biaya rumah sakit terus meningkat dan tidak bisa ditawar. Karena itu, JKN menjadi solusi agar masyarakat tidak terbebani biaya kesehatan yang besar,” pungkas Andi.

Melalui kegiatan FGD ini, diharapkan para pelajar semakin memahami pentingnya kepesertaan JKN serta peran strategis BPJS Kesehatan dalam menjamin akses pelayanan kesehatan yang adil dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

FGD kesehatan tersebut dipandu oleh Muhammad Fahrul Kaisuku sebagai moderator, yang menghubungkan gagasan para narasumber dengan perspektif peserta agar diskusi berjalan hidup, edukatif, dan membumi.***

Exit mobile version