Bula, CakraNEWS.ID – Semangat kebersamaan, nilai religius, dan kuatnya tradisi budaya masyarakat Desa Tansi Ambon, Kecamatan Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), kembali terlihat dalam rangka menyambut Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Rangkaian kegiatan kurban yang dilaksanakan masyarakat berlangsung meriah, tertib, dan penuh khidmat. Seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh adat, pemuda, hingga anak-anak turut ambil bagian dalam setiap proses kegiatan yang telah menjadi tradisi tahunan masyarakat setempat.
Sejak beberapa pekan sebelum Hari Raya Iduladha, masyarakat dari empat RT di wilayah Negeri Administratif Tansi Ambon mulai melakukan berbagai persiapan.
Dengan semangat gotong royong yang masih terjaga kuat, warga secara sukarela mengumpulkan dana dan sumbangan guna mendukung pelaksanaan kurban dan sejumlah agenda keagamaan lainnya.
Dana yang berhasil dihimpun kemudian dipercayakan kepada tokoh masyarakat dan panitia pelaksana untuk mengatur seluruh kebutuhan kegiatan, mulai dari persiapan teknis hingga pelaksanaan penyembelihan hewan kurban.
Tokoh masyarakat seperti Sahabu Ena, Ridwan Keley dan Sahabudin Rumadaul bersama panitia lainnya dipercaya mengoordinasikan seluruh rangkaian kegiatan agar berjalan lancar, aman, dan sesuai dengan nilai-nilai keagamaan yang dijunjung masyarakat.
Kegiatan tersebut bagian dari inisiatif ketiga orang tersebut sehingga kegiatan berjalan dengan sukses mulai dari rangkaian kegiatan pawainya hingga pemotongan hewan kurban yang disalurkan ke warga setempat.
Berbagai agenda disiapkan secara matang, mulai dari kegiatan religius, pawai budaya Islami, hingga prosesi penyembelihan hewan kurban yang menjadi puncak perayaan Iduladha di desa tersebut.
Salah satu rangkaian kegiatan yang paling menarik perhatian masyarakat ialah pawai keliling kampung bersama hewan kurban sebelum proses penyembelihan dilakukan. Tradisi tersebut telah lama menjadi bagian dari budaya masyarakat Tansi Ambon dalam menyambut Iduladha.
Dalam pawai tersebut, masyarakat dengan penuh antusias mengiringi hewan kurban mengelilingi kampung sambil diiringi nuansa budaya Islam yang kental. Tarian hadrat dan atraksi dabus yang ditampilkan para pemuda desa turut menambah semarak suasana sekaligus menjadi bentuk pelestarian budaya religius yang diwariskan secara turun-temurun.
Sepanjang arak-arakan berlangsung, masyarakat tampak memadati jalan-jalan kampung untuk menyaksikan prosesi tersebut. Anak-anak hingga orang dewasa terlihat ikut berbaur dalam suasana penuh kekeluargaan dan kebersamaan.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi tradisi seremonial semata, tetapi juga menjadi simbol persatuan masyarakat serta bentuk penghormatan terhadap nilai pengorbanan yang diajarkan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.
Selain sebagai momentum ibadah, pelaksanaan kurban tahun ini juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial antarwarga. Masyarakat terlihat saling membantu dalam berbagai tahapan kegiatan, mulai dari persiapan lokasi, pengamanan jalannya acara, proses penyembelihan, hingga pembagian daging kurban kepada masyarakat.
Sebelum proses penyembelihan dilakukan, Imam Masjid Al Hijrah, H. Ahmad Siolimbona, bersama Imam Hasan Rumadaul memimpin doa bersama dan memberikan tausiyah kepada masyarakat yang hadir.
Dalam penyampaiannya, kedua tokoh agama tersebut mengajak masyarakat menjadikan Hari Raya Iduladha sebagai momentum memperkuat keimanan, meningkatkan kepedulian sosial, serta menanamkan semangat berbagi kepada sesama, khususnya kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan.
“Iduladha bukan hanya tentang penyembelihan hewan kurban, tetapi juga tentang bagaimana membangun rasa ikhlas, kepedulian, dan kebersamaan di tengah kehidupan bermasyarakat,” ujar Imam H. Ahmad Siolimbona di hadapan jamaah dan warga yang hadir.
Pelaksanaan kegiatan kurban juga turut dihadiri sejumlah tokoh masyarakat dan unsur pemerintahan setempat. Salah satunya anggota DPRD Kabupaten Seram Bagian Timur, Daud Rumakabis, yang hadir bersama masyarakat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai.
Tokoh masyarakat Sahabu Ena menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga yang telah menjaga semangat kebersamaan dalam menyukseskan kegiatan Iduladha tahun ini.
Menurutnya, kekompakan masyarakat menjadi modal utama dalam mempertahankan tradisi religius dan budaya yang selama ini hidup di Desa Tansi Ambon.
“Semangat gotong royong masyarakat sangat luar biasa. Ini menunjukkan bahwa kebersamaan dan nilai kekeluargaan di Tansi Ambon masih sangat kuat dan harus terus dijaga,” ujarnya.
Sementara itu, Ridwan Keley mengungkapkan bahwa kegiatan Iduladha bukan sekadar agenda tahunan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mempererat hubungan sosial antarwarga.
Ia berharap tradisi yang telah diwariskan para orang tua terdahulu tersebut dapat terus dipertahankan oleh generasi muda agar nilai budaya dan religius masyarakat tidak hilang seiring perkembangan zaman.
“Kami berharap generasi muda tetap menjaga tradisi ini, karena di dalamnya terdapat nilai persaudaraan, kebersamaan, dan ajaran agama yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat,” katanya.**CNI-01

