Bula, CakraNEWS.ID – Suasana penuh kebersamaan dan nuansa religius mewarnai pelaksanaan Halal Bihalal Iduladha 1447 Hijriah yang berlangsung di Negeri Kilwaru, Desa Persiapan Maar, Kecamatan Seram Timur, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Minggu (31/5/2026).
Kegiatan yang diprakarsai oleh masyarakat setempat tersebut berlangsung meriah dan mendapat antusiasme tinggi dari warga. Sejak pagi hari, masyarakat memadati lokasi kegiatan untuk mengikuti rangkaian acara yang dikemas dengan nuansa budaya dan keagamaan.
Kehadiran Ustaz Rizal Rumaday bersama rombongan menjadi salah satu momen yang paling dinantikan masyarakat. Kedatangan ustaz muda asal Kabupaten Seram Bagian Timur itu disambut secara adat melalui iringan tifa sawat dan hadrat yang menggema sepanjang perjalanan menuju lokasi acara.
Tradisi penyambutan tersebut tidak hanya menjadi bentuk penghormatan kepada tamu, tetapi juga menjadi upaya masyarakat dalam melestarikan budaya lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Kemeriahan Halal Bihalal tahun ini dinilai berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Iringan tifa dan hadrat terus mengiringi kedatangan para tamu undangan hingga memasuki arena kegiatan, menciptakan suasana yang penuh semangat kebersamaan dan kekeluargaan.
Selain menjadi ajang mempererat silaturahmi pasca-Iduladha, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan berbagai aksi sosial. Panitia bersama para donatur menyalurkan bantuan sembako yang diserahkan secara simbolis kepada kasisi masjid di Desa Persiapan Maar.
Tidak hanya itu, dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyaluran sebanyak 600 mushaf Al-Qur’an, bantuan karpet masjid, serta pakaian layak pakai yang disalurkan melalui program BQI Peduli sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat dan sarana ibadah di wilayah tersebut.
Ketua Panitia, Arif Rumau, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga Desa Persiapan Maar, khususnya Ketua Pemuda beserta seluruh pemuda dan pemudi yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan pikirannya demi menyukseskan kegiatan Halal Bihalal ini,” ujar Arif.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada Ustaz Rizal Rumaday beserta rombongan yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan berbagi ilmu keagamaan kepada masyarakat.
Menurut Arif, kehadiran ustaz dan rombongan merupakan bukti nyata kuatnya ikatan persaudaraan serta kepedulian bersama dalam syiar Islam di tengah masyarakat.
Mantan Ketua KAMMI Kabupaten Seram Bagian Timur itu menjelaskan bahwa Halal Bihalal bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momentum penting untuk saling memaafkan, membersihkan hati, serta mempererat hubungan antarsesama.
“Acara Halal Bihalal ini bukan hanya rutinitas tahunan. Ini adalah momen istimewa untuk saling bermaafan, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta membangun kembali hubungan yang mungkin sempat renggang,” katanya.
Pada kesempatan itu, panitia mengangkat tema “Aktualisasi Semangat Iduladha untuk Membangun Sinergi dan Harmoni Antar Sesama”.
Arif menilai tema tersebut sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. Menurutnya, sinergi dan keharmonisan tidak akan terwujud dengan sendirinya, melainkan harus dibangun melalui kesadaran bersama, keikhlasan, dan kerja sama seluruh elemen masyarakat.
Ia mengibaratkan semangat kurban sebagai simbol kebersamaan dan pengorbanan yang hasilnya dapat dinikmati bersama oleh seluruh masyarakat.
“Sebagaimana hewan kurban dinikmati bersama, maka kemajuan dan kenyamanan Desa Persiapan Maar juga harus menjadi hasil dari kerja sama dan kebersamaan seluruh masyarakat,” ungkapnya.
Arif mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum Iduladha sebagai landasan memperkuat persatuan, saling menghargai perbedaan pendapat, serta meningkatkan semangat gotong royong dalam membangun desa yang lebih maju, aman, dan sejahtera.
Menurutnya, pembangunan desa tidak dapat dilakukan secara individual, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, dan seluruh lapisan masyarakat.
“Mari kita buang jauh-jauh rasa curiga, iri hati, dan perpecahan yang tidak mendatangkan manfaat. Saatnya kita satukan tekad dan langkah demi kemajuan Desa Persiapan Maar yang kita cintai bersama,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Arif juga menyampaikan terima kasih kepada para donatur yang telah memberikan dukungan pendanaan sehingga kegiatan Halal Bihalal dapat terlaksana dengan baik.
Secara khusus, ia menyampaikan apresiasi kepada Anggota DPRD Provinsi Maluku, Noaf Rumau, yang turut memberikan bantuan dan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
Selain itu, Arif juga memberikan motivasi kepada generasi penerus penerima bantuan Al-Qur’an agar menjadikan kitab suci tersebut sebagai pedoman hidup.
Ia berharap para generasi muda tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, tetapi juga memahami serta mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari.
“Mereka diharapkan menjadi generasi teladan yang berakhlak mulia, mampu menghadapi tantangan zaman, serta menjadi pelopor perubahan yang membawa kemaslahatan bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Ketua Pemuda Desa Persiapan Maar, Abdul Gani Fesanrey, menyambut baik kehadiran Ustaz Rizal Rumaday di kampung halamannya.
Menurutnya, kunjungan tersebut bertepatan dengan harapan masyarakat yang tengah merencanakan pembangunan masjid serta peningkatan sarana keagamaan di desa.
Ia berharap kehadiran Ustaz Rizal dapat menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dengan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap pembangunan fasilitas keagamaan di Desa Persiapan Maar.
Abdul Gani juga mengungkapkan bahwa sejumlah majelis taklim di wilayah tersebut hingga kini masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana untuk melaksanakan kegiatan pembinaan keagamaan secara optimal.
Karena itu, ia berharap adanya perhatian dan dukungan dari berbagai pihak guna meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan dan pembinaan keagamaan bagi masyarakat.
Tak hanya itu, Ia menjelaskan semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat menjadi bukti bahwa persatuan dan kebersamaan masih terjaga dengan baik di tengah kehidupan sosial masyarakat Desa Persiapan Maar.
“Kegiatan ini bukan hanya sekadar acara seremonial, tetapi menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi. Kami bersyukur karena seluruh masyarakat turut mendukung dan berpartisipasi aktif sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan lancar,” ujar Abdul Gani.
Ia mengatakan, keterlibatan pemuda dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral dalam menjaga tradisi keagamaan dan budaya yang telah diwariskan oleh para pendahulu.
“Kami ingin menunjukkan bahwa pemuda tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga harus menjadi pelopor dalam kegiatan-kegiatan sosial dan keagamaan di desa. Melalui kegiatan seperti ini, kami belajar tentang kebersamaan, kepemimpinan, dan pengabdian kepada masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Ustaz Rizal Rumaday dalam tausiyahnya mengajak masyarakat untuk menjadikan Iduladha sebagai momentum meningkatkan keimanan, memperkuat persaudaraan, serta menumbuhkan kepedulian sosial terhadap sesama.
Menurutnya, nilai pengorbanan yang diajarkan dalam Iduladha harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap saling membantu, menjaga persatuan, dan memperkuat ukhuwah Islamiyah.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat sebagai modal utama dalam membangun daerah yang maju dan berkeadaban.
Dikatakannya, perpaduan antara nilai agama dan budaya yang positif merupakan kekayaan yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.
“Saya merasa bangga melihat antusiasme masyarakat hari ini. Ini menunjukkan bahwa semangat kebersamaan, kecintaan terhadap agama, dan penghormatan terhadap budaya masih terpelihara dengan baik di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan Halal Bihalal yang dirangkaikan dengan penyaluran Al-Qur’an, bantuan sosial, serta penguatan silaturahmi dapat menjadi langkah awal dalam membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan berdaya saing.
“Ketika masyarakat bersatu, saling membantu, dan menjadikan nilai-nilai agama sebagai fondasi kehidupan, maka insya Allah keberkahan dan kemajuan akan hadir di tengah-tengah kita,” tutup Ustaz Rizal Rumaday.**CNI-01

