Dobo, CakraNEWS.ID– Membaca menjadi salah satu sarana penting dalam meningkatkan wawasan serta kemampuan berpikir warga binaan.
Melalui program pembinaan kepribadian berbasis layanan perpustakaan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Dobo, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, terus mendorong penguatan budaya literasi di lingkungan pemasyarakatan, Rabu (28/1).
Lapas Kelas III Dobo memfasilitasi warga binaan dengan berbagai koleksi buku bacaan yang berasal dari bantuan Perpustakaan Nasional.
Buku-buku tersebut mencakup beragam kategori, mulai dari kerohanian, pendidikan umum, wawasan kebangsaan, hingga keterampilan. Fasilitas ini dimanfaatkan secara optimal oleh warga binaan sebagai bagian dari kegiatan pembinaan yang positif dan edukatif.
Kegiatan membaca dinilai memberikan manfaat signifikan dalam memperluas wawasan serta meningkatkan literasi warga binaan.
Selain sebagai pengisi waktu luang, aktivitas ini juga menjadi sarana pembinaan intelektual yang berkelanjutan.
Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Kelas III Dobo, Hendrik Sasabone, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan budaya membaca dengan mengoptimalkan fungsi perpustakaan sebagai bagian dari program pembinaan.
“Layanan perpustakaan tidak hanya mendukung pelaksanaan pembinaan, tetapi juga merupakan pemenuhan hak warga binaan untuk memperoleh bahan bacaan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Pemasyarakatan Nomor 22 Tahun 2022,” jelas Sasabone.
Ia menambahkan bahwa kegiatan membaca memiliki dampak positif bagi warga binaan, baik dalam meningkatkan literasi maupun kemampuan intelektual.
“Melalui buku-buku bacaan yang positif dan bermanfaat, warga binaan diharapkan mampu mengembangkan pola pikir yang lebih baik sebagai bekal dalam proses pembinaan,” pungkasnya.***

