Site icon Cakra News

Tol Laut KM Kendhaga Nusantara 9 Resmi Beroperasi di Pelabuhan Sesar SBT

SBT,CakraNEWS.ID-Kapal Tol laut KM Kendhaga Nusantara 9 resmi beroperasi di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT). Kapal tersebut sandar perdana di Pelabuhan Sesar, Kota Bula pada Senin (07/02/2022).

Nahkoda Kapal KM Khendaga Nusantara 9, Capten Purnomo Sidi Agus Sulaiman, saat di wawancarai wartawan mengatakan kehadiran Tol Laut di Kabupaten SBT sebagai bentuk kehadiran negara dalam rangka konektivitas nusantara diseluruh wilayah yang ada di Indonesia.

“Semoga dengan adanya Tol Laut dapat membangkitan sektor perekonomian masyarakat yang ada di Kabupaten SBT ini,” ujarnya.

Kata dia, tol laut  KM Khendaga Nusantara 9 merupakan upaya Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perhubungan Republik Indonesia bersama Pemerintah Daerah setempat untuk memudahkan masyarakat dalam angkutan barang dengan rute yang sudah di tetapkan.

“Kita satu trayek perbulan disini bukan dua kali, jadi muatan kita maksimalkan 60 kontainer maksimal 2 river 60 kontainer. Untuk saat ini rute kita terbagi atas tujuh pelabuhan yang menjadi rute utama kita dalam jadwal pelayaran,” terangnya.

Ditambahkannya, Untuk cara mendaftar atau memesan satu kontainer tersebut dapat mengakses booking dan registrasi melalui aplikasi Sitollaut atau bisa diakses di website resmi sitolaut.dephub.go.id yang di kelola langsung oleh Perhubungan Laut.

Kata dia, Kapal ini tidak bisa beroperasi seperti kapal yang lain pada umumnya disebabkan kapal tersebut merupakan subsidi dari pemerintah pusat dalam rute pelayaran kapal yang telah di tetapkan.

“Contohnya kita dari Surabaya ke Bula dengan muatan regular, muatan yang di tentukan oleh pemerintah itu hanya satu kontainer 8 juta 500 ribu, kalau komersial 17 juta dan kalau river 11 juta 500. Sementara dari Bula ke Surabaya itu lebih murah itu hanya 4 juta 500 ratus untuk reguler (umum), 10 juta 700 ratus untuk komersial dan untuk river 6 juta,” jelasnya.

Ia juga meminta partisipasi serta kerja sama dari pemerintah daerah untuk mendukung jalur pelayaran kapal tol laut KM Kendhaga Nusantara 9 di wilayah Kabupaten SBT sebagai bentuk untuk kemajuan daerah setempat.

“Kapal KM Kendhaga Nusantara 9 ini seperti angin lalu, berlomba-lomba untuk memajukan dan mengirim barang dari sini ke Jawa. Jangan ketergantungan dari Jawa saja barangnya tapi juga ketergantungan di daerah sini,” harapnya.

Sandar perdana Kapal dengan kode trayek T-29 ini diresmikan langsung oleh Wakil Bupati Kabupaten SBT, Idris Rumalutur, Wakil Ketua DPRD Kabupaten SBT Ahmad Voth, Plt. Sekda SBT Jafar Kwairumaratu, Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Bula Radak Kelrey, Kapolres SBT AKBP Andre Sukendar, Kejari SBT Muhammad Ilham, para Asisten Setda SBT, Pimpinan OPD Lingkup Pemda SBT dan instansi vertikal serta warga masyarakat Sesar dan Kota Bula.

Wakil Bupati Kabupaten SBT Idris Rumalutur berharap dengan beroperasinya Tol Laut KM Khendaga Nusantara 9 di wilayah tersebut dapat memberikan dampak ekonomi terhadap masyarakat sekitar.

“Untuk itu, selaku Pemerintah Daerah Kabupaten SBT, kami menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada pemerintah pusat, khususnya Kementerian Perhubungan,” ujarnya.

Dia menambahkan, hadirnya Tol Laut KM Kendhaga Nusantara 9 diharapkan dapat meningkatkan manajemen logistik dan digitalisasi bisnis bagi pelaku usaha yang berada di Kabupaten SBT serta memberi kesempatan para pengusaha daerah untuk memasarkan berbagai macam produksi lokal ke luar daerah.

“Alhamdulillah, ini merupakan kesempatan yang terbaik. Saya berharap kita bersama sosialisasi kepada masyarakat untuk kita memanfaatkan tol laut KM Khendaga Nusantara 9 ini dengan baik. Saya inginkan kapal ini selamanya beratahan di Kabupaten SBT, semua potensi bisa kita muat,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten SBT Ramli Kilwarany mengatakan, Kehadiran Kapal tol laut KM Kendhaga Nusantara 9 melalui proses yang begitu panjang selama dua tahun yang lalu disebabkan dengan pertimbangan tertentu akhirnya saat ini bisa disaksikan bersama dan bisa beroperasi di pelabuhan Sesar Kota Bula yang di usulkan melalui pemerintah daerah.

“Hari ini baru kita menyaksikan bahwa kapal tol laut ini merapat di Kota Bula, ini sudah di usulkan oleh Bupati secara langsung melalui rapat Bupati dan Gubernur di Jakarta bersama Menteri Perhubungan dan selanjutnya melalui kunjungan staf ahli Menteri Perhubungan di Kabupaten SBT untuk menetapkan rute pelayaran kapal tol laut ini,” jelasnya.

Dikatakan Kilwarany, Pengoperasian kapal tol laut KM Kendhaga Nusantara 9 sesuai dengan keputusan Dirjen Perhubungan Laut Nomor 998 Tahun 2021 tentang penetapan jaringan trayek penyelenggaraan kewajiban pelayanan publik untuk angkutan barang dan laut tahun 2022.

“Sesuai ketepatan Dirjen Perhubungan Laut sehingga kapal ini harus dua kali dalam satu bulan berada di pelabuhan Bula,” ucapnya.

Banyak kekurangan yang terdapat di pelabuhan Bula menjadi tanggung pemerintah daerah untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi Pemda SBT kini mengusulkan dan pada tahun ini kegiatan pembangunan sudah bisa dijalankan pada Bulan Maret mendatang.

“Untuk kekurangan sudah di usulkan dan telah di tetapkan tahun ini, terkait dengan pembangunan perluasan sisi laut dermaga Bula dan beberapa sektor di sisi darat akan diadakan pembangunan,” imbunnya.

Menurut Kilwarany, Bagian terpenting dan mendasar untuk dioperasikan KM Khendaga Nusantara 9 di pelabuhan Bula sebagai suatu daerah yang terluar dan terpencil dalam rangka meningkatkan distribusi barang dan jasa dalam rangka pengembangan daerah-daerah terpencil dan terluar.

“Walaupun terlambat untuk kapal ini singgah disini, mudah-mudahan dengan sandarnya kapal ini membantu kita masyarakat mungkin saja dari disparitas harga barang dari Jawa maka sedikit membantu para pengusaha pedagang dan masyarakat kita,” harapnya.

Senada Kilwarany, Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Bula Radak Kelrey juga menyampaikan, keberadaan tol laut di pelabuhan Bula bisa memudahkan dan mengungkit ekonomi masyarakat Kabupaten SBT, khususnya UMKM.

Pasalnya tidak sedikit produk UMKM yang ada di wilayah Kabupaten SBT ini yang memiliki kualitas baik. Bahkan pemasaran hingga ke daerah lain. Produk UMKM di Kabupaten SBT, produknya tidak hanya untuk lokal, tetapi untuk ekspor, yang dengan tol laut ini akan  memudahkan pengiriman barang,” ujarnya.

Kelrey mengaku sangat bangga karena terobosan pemerintah pusat bersama pemerintah daerah ini bakal membawa dampak positif bagi pemerintah dan masyarakat di wilayah Kabupaten SBT. Dimana harga barang dan komoditas yang selama ini masih mahal, bakal turun.

“Ini harapan baru bagi ekonomi SBT dan langkah maju untuk menekan harga-harga barang di daerah pesisir dan pulau-pulau yang ada di SBT yang selama ini masih mahal. Saya optimis hadirnya tol laut KM Kendhaga Nusantara 9 ini akan merasakan dampak dari beroperasi di pelabuhan Bula,” katanya.*CNI-07

Exit mobile version