Reses di Dusun Uta, Fathul Kwairumaratu Serap Aspirasi Warga dan Dorong Perbaikan Infrastruktur

Adventorial Berita Pilihan Lintas peristiwa News Pemerintahan Politik

Bula, CakraNEWS.ID – Anggota DPRD Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Fathul Kwairumaratu, menggelar kegiatan reses di Dusun Uta, Desa Rumoga, Kecamatan Kian Darat, Senin (5/1/2026).

Kehadiran Fathul Kwairumaratu yang juga dikenal sebagai Raja Muda Negeri Kilmury itu disambut dengan adat istiadat setempat. Ia dikawal oleh empat Patti, yang secara adat memiliki peran menjaga Raja Muda sebagai simbol identitas dan kearifan budaya masyarakat Kian Darat.

Reses tersebut bertepatan dengan Hari Lahir Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ke-53. Momentum itu dimanfaatkan dengan menggelar doa bersama masyarakat sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT. Sebelum memulai dialog reses, Fathul juga mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan almarhum Abdul Mukti Keliobas, mantan Bupati SBT dua periode.

Dalam sambutannya, Fathul Kwairumaratu menyampaikan bahwa pemilihan Dusun Uta sebagai lokasi reses merupakan bagian dari komitmennya untuk hadir langsung mendengar aspirasi masyarakat yang selama ini belum tersampaikan secara utuh.

“Pada hari ini beta memilih hadir di Dusun Uta untuk menerima seluruh aspirasi yang sampai hari ini masih tertahan di hati kita bersama,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa wilayah Kian Lei, termasuk Dusun Uta, memiliki nilai sejarah dan peran penting sebagai wilayah pusaka yang menjaga keseimbangan sosial dan adat di Kecamatan Kian Darat.

Dalam kesempatan tersebut, Fathul menyoroti sejumlah persoalan yang masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah, terutama terkait akses infrastruktur, seperti jalan dan jembatan yang belum terselesaikan, termasuk akses jalan menuju Dusun Uta.

“Perlu saya sampaikan kembali bahwa saat ini kita harus mendorong program-program yang fokus pada standar pelayanan minimal, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, serta infrastruktur jalan dan jembatan. Ini yang selalu saya tekankan kepada Pak Bupati agar tidak lelah melihat kondisi yang masih samar-samar di Kabupaten SBT,” tegasnya.

Pada sesi dialog, masyarakat turut menyampaikan berbagai keluhan. Salah satunya disampaikan langsung oleh Kepala Dusun Uta yang menyoroti kondisi jembatan penghubung menuju wilayah Bati.

“Untuk wilayah Bati yang meliputi Bati Uta, Rumoga, Rumbouw, Kelusy, dan Tabalean, terdapat sekitar 15 unit jembatan, termasuk jembatan penghubung di Dusun Uta, yang saat ini masih dibangun secara manual oleh masyarakat,” ungkapnya.

Menanggapi aspirasi tersebut, Fathul Kwairumaratu yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PPP Kabupaten SBT menegaskan bahwa seluruh usulan masyarakat akan menjadi catatan penting untuk diperjuangkan di tingkat pemerintah daerah.

“Terkait dengan usulan yang disampaikan, seperti akses jalan dan infrastruktur lainnya, ini akan menjadi catatan serius bagi saya untuk disampaikan dan diperjuangkan kepada pemerintah daerah,” tutupnya.***CNI-06

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *