Bula, CakraNEWS.ID – Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) secara resmi menyambut kepulangan Jamaah Haji Kabupaten Seram Bagian Timur Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi yang berlangsung di Aula Pandopo Kayu Bupati SBT, Minggu (21/6/2026).
Acara penyambutan tersebut menjadi momentum penuh syukur bagi pemerintah daerah, keluarga jamaah, serta masyarakat Kabupaten SBT setelah seluruh jamaah haji asal daerah itu berhasil menunaikan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan selamat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten SBT, pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten SBT, Sekretaris Daerah Kabupaten SBT, para staf ahli bupati, asisten Sekda, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pimpinan instansi vertikal, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten SBT, panitia penyelenggara ibadah haji, tenaga kesehatan, keluarga jamaah, serta seluruh jamaah haji yang baru kembali dari Tanah Suci.
Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Seram Bagian Timur, Achmad Quadri Amahoru, mewakili Bupati Seram Bagian Timur Fachri Husni Alkatiri, menyampaikan rasa syukur atas kepulangan seluruh jamaah haji yang telah menyelesaikan salah satu rukun Islam dengan baik.
Mengawali sambutannya, Amahoru mengajak seluruh hadirin untuk senantiasa memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala atas segala limpahan rahmat, taufik, dan hidayah-Nya sehingga seluruh jamaah haji Kabupaten Seram Bagian Timur dapat kembali ke daerah dengan selamat serta berkumpul kembali bersama keluarga tercinta.
“Atas nama pribadi, Pemerintah Daerah, dan seluruh masyarakat Kabupaten Seram Bagian Timur, saya menyampaikan selamat datang kembali di Bumi Ita Wotu Nusa kepada seluruh jamaah haji yang telah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Kepulangan Bapak dan Ibu sekalian merupakan kebahagiaan dan kebanggaan bagi kita semua,” ujar Amahoru saat membacakan sambutan Bupati SBT.
Menurutnya, perjalanan ibadah haji merupakan perjalanan yang sangat istimewa karena tidak hanya berkaitan dengan aspek fisik semata, melainkan juga menjadi perjalanan spiritual yang mampu memberikan perubahan mendasar dalam kehidupan seseorang.
Ia menjelaskan bahwa selama berada di Tanah Suci, para jamaah telah melalui berbagai tahapan ibadah yang membutuhkan kesabaran, keikhlasan, pengorbanan, serta ketaatan yang tinggi. Pengalaman tersebut diyakini menjadi bekal berharga yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari setelah kembali ke tengah masyarakat.
“Ibadah haji bukan sekadar perjalanan menuju Tanah Suci, melainkan perjalanan spiritual yang membentuk karakter, memperkuat keimanan, serta menanamkan nilai-nilai kesabaran, ketaatan, persaudaraan, dan kepedulian sosial,” ungkapnya.
Oleh karena itu, Amahoru berharap seluruh jamaah haji yang telah kembali dapat menjadi teladan di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Predikat haji dan hajjah yang kini disandang diharapkan mampu tercermin dalam sikap, perilaku, dan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah.
Amahoru menegaskan bahwa nilai-nilai yang diperoleh selama menjalankan ibadah haji hendaknya terus dijaga dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, keberhasilan menunaikan ibadah haji harus menjadi motivasi untuk semakin meningkatkan kualitas keimanan, mempererat ukhuwah Islamiyah, memperkuat persatuan umat, serta membangun semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat.
“Semoga predikat haji dan hajjah yang telah disandang tidak hanya menjadi gelar semata, tetapi menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kualitas ibadah, memperkuat persaudaraan sesama umat, serta memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan daerah dan kemajuan masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, Amahoru juga menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan aktif dalam menyukseskan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 Hijriah.
Ucapan terima kasih tersebut ditujukan kepada para petugas haji, Kementerian Agama, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Seram Bagian Timur, tenaga kesehatan, panitia penyelenggara ibadah haji, serta seluruh pihak yang telah memberikan pelayanan dan pendampingan kepada jamaah sejak proses keberangkatan, pelaksanaan ibadah di Tanah Suci, hingga kepulangan ke tanah air.
Menurut Amahoru, keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji tidak terlepas dari kerja sama dan koordinasi yang baik dari seluruh pihak yang terlibat. Karena itu, apresiasi yang tinggi patut diberikan kepada semua unsur yang telah bekerja keras demi memastikan jamaah dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan lancar.
Selain itu, penghargaan khusus juga disampaikan kepada keluarga jamaah yang selama ini memberikan dukungan moril, doa, serta kesabaran dalam menanti kepulangan anggota keluarga mereka dari Tanah Suci.
“Kepada keluarga jamaah yang telah memberikan dukungan, doa, dan kesabaran selama menanti kepulangan para jamaah, kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang sebesar-besarnya,” ujarnya.
Dalam sambutan tersebut, Amahoru juga mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan agar seluruh jamaah haji Kabupaten Seram Bagian Timur memperoleh predikat haji dan hajjah yang mabrur dan mabruroh.
Ia berharap pengalaman spiritual yang diperoleh selama berada di Tanah Suci dapat semakin mempererat ukhuwah Islamiyah, memperkuat persatuan dan kerukunan umat, serta menjadi energi positif dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Tidak hanya itu, para jamaah juga diharapkan senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan umur, serta kemudahan dalam menjalankan aktivitas dan pengabdian di tengah masyarakat setelah kembali dari ibadah haji.
Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur secara resmi menerima kembali sekaligus menyerahkan jamaah haji kepada keluarga masing-masing.
Sebanyak 9 jamaah haji asal Kabupaten Seram Bagian Timur dinyatakan telah kembali dengan selamat setelah menunaikan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci.
Mengakhiri sambutannya, Amahoru menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kepulangan seluruh jamaah dalam keadaan sehat dan penuh kebahagiaan.
“Atas nama Pemerintah Daerah, kami menerima kembali dan menyerahkan seluruh jamaah haji kepada keluarga masing-masing. Selamat berkumpul kembali dengan keluarga tercinta,” ungkapnya.
Lanjutnya, “Semoga kehadiran Bapak dan Ibu membawa suasana baru yang penuh berkah, mempererat tali silaturahmi, serta semakin menghidupkan nilai-nilai keislaman dan kebersamaan di lingkungan tempat tinggal masing-masing,” tuturnya.***CNI-01

