Bula, CakraNEWS.ID — Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) melaksanakan Pelatihan Petugas Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) dan Survei Ekonomi Rumah Tangga Triwulan (SERUTI) Maret 2026. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Mutiara, Kota Bula, pada Kamis (15/01/2026).
Pelatihan tersebut menjadi bagian penting dalam rangka menyiapkan petugas lapangan yang profesional, terampil, dan memiliki pemahaman yang seragam dalam melakukan pendataan.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala BPS Kabupaten SBT, Sub bagian Umum BPS SBT, Instruktur Daerah Pelatihan Survei Kabupaten SBT, pegawai BPS, panitia pelaksana, serta para petugas lapangan yang terdiri dari Petugas Pengawas Lapangan (PML) dan Petugas Pencacah Lapangan (PCL).
Sebelumnya, pelatihan telah dilaksanakan secara daring pada tanggal 9 hingga 11 Januari 2026. Pelatihan daring tersebut diikuti oleh peserta gelombang I yang kemudian melanjutkan kegiatan secara tatap muka pada hari ini.
Pelaksanaan pelatihan dibagi dalam dua gelombang, yakni gelombang pertama pada 15 Januari 2026 dan gelombang kedua direncanakan berlangsung pada 19–20 Januari 2026.
Ketua Panitia Pelaksana, Juliana, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan SUSENAS Maret dan SERUTI Tahun 2026 berpedoman pada Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik.
Ia menjelaskan bahwa peserta pelatihan gelombang pertama berjumlah 28 orang, terdiri dari satu orang pengajar, dua orang panitia, serta 25 orang lainnya yang merupakan PML dan PCL.
“Pelaksanaan SUSENAS Maret dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu pelatihan daring selama tiga hari dan dilanjutkan dengan satu hari pelatihan tatap muka. Tujuannya agar seluruh petugas memiliki pemahaman yang seragam sehingga mampu mengumpulkan data yang komprehensif dan berkualitas,” ujar Juliana.
Selain itu, Juliana menambahkan, bahwa anggaran pelaksanaan SUSENAS dan SERUTI dibebankan pada Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) BPS Kabupaten SBT.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten SBT, Tupa Tampubolon, saat membuka kegiatan secara resmi menyampaikan bahwa SUSENAS dan SERUTI merupakan survei yang cukup kompleks dan memiliki banyak pertanyaan, sehingga membutuhkan ketelitian dan keseriusan dari para petugas.
“Survei ini dibilang sulit dan kompleks karena banyak item pertanyaan. Oleh karena itu, saya harap teman-teman mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh. Pelatihan daring saja belum tentu efektif dan maksimal, bahkan dengan tatap muka satu hari pun mungkin masih terasa kurang. Jadi, tolong disimak dengan baik seluruh materi yang diberikan,” tegasnya.
Orang nomor satu di BPS Kabupaten SBT itu juga menekankan bahwa kualitas data yang dihasilkan sangat bergantung pada kinerja petugas lapangan. Jika menemukan permasalahan di lapangan, petugas diminta segera mengonfirmasi agar tidak terjadi kesalahan dalam pendataan.
“Data ini sangat ditunggu dan sangat penting. Kalian semua adalah bagian dari penentu arah pembangunan di Kabupaten SBT. Kami berharap para petugas bisa membantu BPS Kabupaten SBT karena kegiatan kami sangat banyak,” katanya.
Lebih lanjut, Tupa Tampubolon juga menyampaikan bahwa petugas yang menunjukkan kinerja baik akan kembali dilibatkan dalam kegiatan besar lainnya, termasuk Sensus Ekonomi mendatang.
“Kalau petugas ini bagus, kami akan pakai lagi di Sensus Ekonomi. Kami sangat membutuhkan petugas yang bergerak cepat, cermat, dan berkualitas,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk terus menjaga silaturahmi dan bekerja sama demi kemajuan daerah dan bangsa.
“Mari kita perkuat silaturahmi ini agar kita bisa terus memajukan daerah dan bangsa. Tetap jaga kesehatan, salam buat keluarga, dan teruslah berkontribusi untuk membangun bangsa tercinta,” tutupnya.***CNI-01

