BULA, CakraNEWS.ID – Dua atlet dari cabang olahraga berbeda mendapat penghargaan sebagai pemain terbaik pada Festival Kampung Merdeka (FKM) 2026. Penghargaan tersebut diumumkan pada puncak rangkaian FKM 2026 yang berlangsung di Lapangan Ratu Ema, Desa Angar, Kecamatan Kian Darat, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Kamis (17/9/2026).
Jafar Sukunwatan dari AKG United dinobatkan sebagai pemain terbaik cabang olahraga minisoccer. Sementara itu, penghargaan Woman of the Match/Pemain Terbaik Volleyball Putri diberikan kepada Wati Alkatiri dari tim Watu-Watu. Penghargaan tersebut menjadi bagian dari apresiasi terhadap penampilan individu para pemain sepanjang pelaksanaan kompetisi FKM 2026.
Wati Alkatiri tampil sebagai salah satu pemain penting dalam perjalanan Watu-Watu hingga mencapai partai final Volleyball Putri FKM 2026. Watu-Watu kemudian harus mengakui keunggulan PKM Kiandarat pada laga final. PKM Kiandarat keluar sebagai juara pertama setelah menang dalam pertandingan tiga set dengan skor 25-21, 22-25, dan 25-22. Hasil tersebut menempatkan Watu-Watu sebagai juara kedua.
Sepanjang turnamen, Wati menjadi salah satu pemain yang mendapat perhatian melalui kontribusinya dalam permainan Watu-Watu. Performa individu, kontribusi terhadap tim, serta konsistensi penampilan menjadi bagian dari pertimbangan dalam pemberian penghargaan pemain terbaik.

Usai menerima penghargaan, Wati menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut.
“Saya bangga bisa membawa Watu-Watu mencatat sejarah baru. Walaupun berada di posisi juara dua, ini hasil kerja keras seluruh tim, dan saya bersyukur bisa menjadi bagian dari pencapaian ini,” ujar Wati.
Perjalanan Watu-Watu menuju final juga tidak berlangsung mudah. Pada semifinal, mereka menghadapi Ratu Ema Junior dalam pertandingan ketat yang berlangsung di Lapangan Voli Desa Angar. Bagi Wati, penghargaan tersebut tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan tim Watu-Watu dalam kompetisi tahun ini.
Sementara itu, Jafar Sukunwatan dari AKG United dinobatkan sebagai The Best Football Player pada cabang minisoccer FKM 2026.
AKG United yang berstatus sebagai tim tuan rumah harus mengakhiri perjuangannya sebagai runner-up setelah kalah dari WSM Sport pada pertandingan final.
Meski demikian, penghargaan individu tetap diberikan kepada Jafar berdasarkan penampilannya selama kompetisi, mulai dari fase penyisihan hingga pertandingan final. Dalam laga puncak, AKG United disebut lebih banyak menguasai permainan dan menciptakan sejumlah peluang.
Namun, WSM Sport mampu memanfaatkan peluang untuk mencetak gol dan mengamankan kemenangan. AKG United sendiri gagal mencetak gol hingga pertandingan berakhir. Sejumlah upaya serangan dilakukan, termasuk peluang yang melibatkan Jafar Sukunwatan.
Terlepas dari hasil final, penampilan Jafar sepanjang turnamen membuatnya mendapatkan apresiasi sebagai pemain terbaik minisoccer FKM 2026. Penghargaan tersebut sekaligus menjadi pengakuan terhadap kontribusi individualnya dalam perjalanan AKG United di kompetisi.

Usai pertandingan, Jafar menyampaikan bahwa FKM tidak hanya menjadi ajang untuk mengejar kemenangan dan penghargaan individu, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan antarpemain dan masyarakat.
“Hasil ini berkat semua bantuan, baik pelatih maupun manajer. Ini adalah mimpi bersama hingga saya bisa berada di posisi sekarang ini,” ujar Jafar.
Pemberian penghargaan kepada Wati Alkatiri dan Jafar Sukunwatan menjadi bagian dari penutup rangkaian kompetisi FKM 2026, sekaligus memberikan apresiasi kepada atlet yang dinilai menonjol selama berlangsungnya pertandingan.***CNI-01/Baim

