Bula, CakraNEWS.ID — Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi Tahun 2026 yang akan dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Bupati SBT, Muh Miftah Wattimena, dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 dan Publikasi “SBT Dalam Angka” yang digelar di Kota Bula, Rabu (11/02/2025).
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi kepada BPS Kabupaten SBT atas dedikasi, kerja sama, dan komitmen berkelanjutan dalam mendampingi pemerintah daerah menyediakan data statistik yang berkualitas dan terpercaya.
“Kami memberikan apresiasi kepada BPS SBT yang selama ini terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menghadirkan data statistik yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.
Lanjutnya, “Sinergi ini merupakan kunci utama bagi pemerintah daerah dalam melihat capaian pembangunan secara jernih dan terukur,” ujar Wattimena.
Menurutnya, publikasi “SBT Dalam Angka” bukan sekadar kumpulan tabel dan grafik, melainkan potret resmi kondisi daerah yang menjadi rujukan strategis dalam proses pembangunan.
Dikatakanya, Data yang tersaji di dalamnya merupakan instrumen vital bagi pemerintah dalam menyusun perencanaan pembangunan, merumuskan kebijakan, hingga melakukan evaluasi kinerja secara objektif dan terukur.
“Data yang termuat di dalamnya adalah instrumen penting dalam pengambilan kebijakan. Tanpa data yang kuat, perencanaan pembangunan akan kehilangan arah,” tegasnya.
Wakil Bupati yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten SBT itu menekankan bahwa data yang disajikan harus memenuhi prinsip akurat, mutakhir, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ia menilai, forum FGD tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat koordinasi dan sinkronisasi antara produsen data dan wali data guna meminimalisir ketidaksesuaian data di lapangan.
Lebih lanjut, Wattimena secara terbuka menyampaikan hasil evaluasi penyelenggaraan statistik sektoral Kabupaten SBT tahun 2023 hingga 2024. Ia mengakui bahwa capaian yang diraih masih berada pada predikat 1,00 dengan kategori “kurang”.
“Kita harus jujur mengakui bahwa capaian ini masih rendah. Ini adalah lampu kuning bagi kita semua. Artinya, tata kelola statistik sektoral masih memerlukan perbaikan menyeluruh, mulai dari aspek kelembagaan, standardisasi data, hingga proses bisnis statistiknya,” ungkapnya.
Orang nomor dua di bumi bertajuk Ita Wotu Nusa itu mengingatkan seluruh perangkat daerah agar tidak lagi bekerja secara parsial, melainkan memperkuat implementasi kebijakan Satu Data Indonesia. Dengan demikian, pembangunan daerah dapat berbasis pada data yang solid dan terintegrasi, bukan sekadar asumsi.
“Saya mengingatkan seluruh perangkat daerah agar memperkuat kolaborasi dan tidak berjalan sendiri-sendiri. Implementasi Satu Data Indonesia harus benar-benar kita wujudkan agar kualitas pembangunan berbasis data yang valid,” katanya.
Terkait pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, Wakil Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten SBT memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut.
Menurutnya, sensus ekonomi akan menjadi landasan penting dalam memetakan potensi ekonomi daerah, termasuk pengembangan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta strategi penciptaan lapangan kerja.
“Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi pijakan penting dalam memetakan struktur dan potensi ekonomi daerah. Dari sana kita bisa merumuskan kebijakan yang tepat untuk pengembangan UMKM dan strategi penciptaan lapangan kerja,” ujarnya.
Wakil Bupati juga meminta seluruh jajaran pemerintah daerah, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa, untuk membantu dan memfasilitasi petugas sensus di lapangan. Keberhasilan sensus, lanjutnya, merupakan bagian dari upaya bersama dalam memahami struktur ekonomi secara menyeluruh.
“Keberhasilan sensus ini adalah keberhasilan kita dalam memahami struktur ekonomi daerah dan nasional. Karena itu, saya minta seluruh jajaran mendukung penuh pelaksanaannya,” tegasnya.
Mengakhiri sambutannya, Wakil Bupati berharap melalui forum FGD tersebut, publikasi “Kabupaten SBT Dalam Angka 2026” dapat disusun secara komprehensif dan informatif, sehingga mampu menjadi rujukan utama dalam mendukung perencanaan dan percepatan pembangunan di Kabupaten Seram Bagian Timur yang dikenal dengan julukan Ita Wotu Nusa.
“Saya berharap, melalui FGD ini, publikasi SBT Dalam Angka 2026 dapat tersusun secara komprehensif dan menjadi referensi utama dalam mendukung percepatan pembangunan di daerah yang kita cintai ini,” tutupnya.***CNI-01
