BAPERA Maluku Apresiasi Sikap Memaafkan Wali Kota Ambon atas Framing Hoaks Dua Aktivis

Adventorial News

Ambon, Maluku— Dewan Pimpinan Daerah Barisan Pemuda Nusantara (BAPERA) Provinsi Maluku mengapresiasi sikap Wali Kota Ambon, Bodewin Melkias Wattimena, yang memilih menyelesaikan secara kekeluargaan persoalan dengan dua aktivis yang sebelumnya membuat framing hoaks dan narasi menyudutkan kepala daerah tersebut.

Apresiasi itu disampaikan Ketua DPD BAPERA Maluku, Subhan Pattimahu, menanggapi keputusan Wali Kota Ambon menerima permohonan maaf Mujahidin Buano bersama rekannya, dalam pertemuan di Balai Kota Ambon, Jumat (30/1/2026) sore, setelah keduanya sempat dilaporkan ke Polresta Ambon dan Ditreskrimsus Polda Maluku.

Pattimahu menilai keputusan Wali Kota Ambon mencerminkan kebesaran jiwa, kematangan emosional, serta kedewasaan kepemimpinan dalam menghadapi dinamika kritik dan perbedaan pandangan di ruang publik.

Ia menegaskan, sikap memaafkan tersebut patut menjadi teladan politik beradab dan kepemimpinan yang humanis.

Pattimahu akui, persoalan tersebut bermula dari beredarnya selebaran dan unggahan media sosial yang berisi tuduhan tanpa dasar dan berpotensi fitnah terhadap Wali Kota Ambon, yang disebarkan secara masif melalui media sosial dan grup WhatsApp besar di Maluku.

Ia menilai, kritik seharusnya disampaikan secara etis dan berbasis fakta, bukan dengan membangun framing sepihak yang merugikan pihak lain.

“Keputusan Wali Kota Ambon menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan bukan sekadar memaafkan kesalahan, tetapi menjadi pembelajaran politik dan etika pelayanan publik bagi masyarakat. Pemimpin harus mampu menempatkan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi atau kelompok,” pungkas Pattimahu.

Sebelumnya, Wali Kota Ambon menjelaskan bahwa dirinya menerima dua aktivis berlangsung dalam suasana dialog kekeluargaan.

Ia menekankan bahwa relasi yang dibangun tidak semata sebagai kepala daerah dan warga, tetapi juga sebagai sesama anak negeri.

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak saling menyampaikan permohonan maaf.

Wali Kota Ambon juga memastikan bahwa persoalan tersebut telah dinyatakan selesai dan menginstruksikan kuasa hukumnya untuk mencabut laporan polisi yang sebelumnya dibuat.

Ia mengajak masyarakat menghentikan polemik dan menggunakan energi positif untuk menjaga persaudaraan serta membangun Kota Ambon.

Belajar dari hal itu, BAPERA Maluku melalui Pattimahu berharap, sikap kepemimpinan seperti ini dapat menjadi budaya dalam tata kelola pemerintahan di Ambon dan daerah lain di Maluku, sekaligus memperkuat kepercayaan publik serta menciptakan iklim sosial yang kondusif dan harmonis di tengah masyarakat.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *