Piru, CakraNEWS.ID— Mencermati beredarnya seruan aksi yang mengatasnamakan masyarakat Taniwel Raya terkait rencana pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan di lingkup Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat, Camat Taniwel Timur, Thomas Andre Mawene, mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi serta menyikapi persoalan tersebut secara bijak dan proporsional.
Hal itu disampaikan Mawene saat dimintai tanggapan terkait beredarnya seruan aksi yang beredar di media sosial, Sabtu (14/03).
Menurutnya, setiap aspirasi masyarakat merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Namun demikian, penyampaian aspirasi harus tetap mengedepankan etika, ketertiban, serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Mawene juga mengingatkan bahwa saat ini umat Muslim tengah menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan dan dalam waktu dekat akan merayakan Hari Raya Idul Fitri. Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga suasana yang aman dan kondusif sebagai bentuk penghormatan terhadap momentum keagamaan tersebut.
“Kita semua tentu ingin daerah ini tetap aman, damai, dan kondusif. Apalagi saat ini saudara-saudara kita umat Muslim sedang menjalankan ibadah puasa dan sebentar lagi akan merayakan Idul Fitri. Mari kita jaga suasana kebersamaan dan saling menghormati momentum yang datang setahun sekali ini,” ujarnya.
Terkait tuntutan yang disuarakan dalam seruan aksi tersebut, Mawene menjelaskan bahwa proses penempatan maupun promosi jabatan dalam birokrasi pemerintahan tidak dapat dilepaskan dari mekanisme administratif serta tahapan-tahapan yang telah diatur dalam sistem kepegawaian.
Setiap aparatur sipil negara (ASN) yang hendak menduduki jabatan tertentu, kata dia, harus memenuhi berbagai persyaratan administratif, kompetensi, serta prosedur yang berlaku.
“Administrasi seorang pegawai menuju jenjang jabatan yang lebih tinggi harus benar-benar diperhatikan. Ada tahapan, prosedur, dan persyaratan yang harus dipenuhi,” jelasnya.
Ia mengungkapkan bahwa kondisi yang terjadi saat ini tidak terlepas dari proses panjang dalam perjalanan karir birokrasi para ASN. Pada masa pemerintahan sebelumnya, terdapat sejumlah ASN asal Taniwel Raya yang tidak sempat mengikuti atau bahkan tertahan dalam beberapa tahapan pengembangan karir, seperti pendidikan dan pelatihan kepemimpinan serta proses administrasi lainnya yang menjadi syarat menduduki jabatan tertentu.
Kondisi tersebut, menurut Mawene, secara tidak langsung berdampak hingga saat ini karena promosi jabatan dalam birokrasi sangat bergantung pada rekam jejak administrasi dan tahapan karir yang telah dilalui.
“Kalau ada ASN yang tidak mengikuti atau tertahan dalam tahapan-tahapan itu pada masa lalu, tentu akan berpengaruh pada peluang mereka hari ini. Karena semua harus mengikuti alur karir yang sudah ditetapkan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa dalam kondisi tertentu seorang ASN memang masih dapat ditunjuk untuk mengisi jabatan sebagai penjabat sementara. Namun untuk menduduki jabatan definitif, seorang pegawai harus benar-benar memenuhi seluruh persyaratan administratif dan jenjang karir yang telah ditentukan.
“Kalau hanya penugasan sementara masih bisa, tetapi untuk jabatan definitif tentu harus memenuhi syarat administrasi serta rekam jejak karir yang berjenjang. Itu yang menjadi pertimbangan dalam sistem birokrasi,” jelasnya.
Mawene juga menegaskan bahwa sistem birokrasi saat ini sudah jauh lebih transparan dibandingkan masa lalu. Hampir seluruh proses administrasi kepegawaian kini telah berbasis data digital dan sistem online sehingga setiap tahapan karir ASN dapat dipantau secara terbuka.
“Kalau dulu mungkin masih ada istilah bisa dicoret dengan penghapus. Tapi sekarang tidak lagi. Semua sudah berbasis data, sistem online, dan terbuka. Jadi setiap tahapan dan riwayat karir ASN itu terekam dengan jelas,” tegasnya.
Ia berharap kondisi ini dapat menjadi pelajaran bersama bagi seluruh putra-putri daerah Taniwel Raya untuk terus mempersiapkan diri dengan baik, baik dari sisi kompetensi, pengalaman kerja, maupun kelengkapan administrasi agar dapat memenuhi syarat dalam setiap proses pengembangan karier di birokrasi pemerintahan.
Sebagai pimpinan wilayah, Mawene juga menyatakan komitmennya untuk terus mengawal serta memperjuangkan kepentingan putra-putri daerah Taniwel Raya yang telah memenuhi syarat dan prosedur agar dapat memperoleh kesempatan yang layak dalam pengembangan karier di pemerintahan.
“Kedepan saya berkomitmen untuk mengawal putra-putri daerah Taniwel Raya yang sudah memenuhi syarat dan prosedur agar bisa diakomodasi secara baik demi kemaslahatan dan kemajuan Taniwel Raya,” pungkasnya.
Di akhir pernyataannya, Mawene kembali mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga persatuan serta tidak terjebak dalam provokasi yang berpotensi memecah belah kebersamaan masyarakat Taniwel Raya.
Menurutnya, kemajuan daerah hanya dapat terwujud apabila seluruh masyarakat tetap bersatu, menjaga stabilitas, dan bersama-sama membangun Taniwel Raya dengan semangat kebersamaan dan tanggung jawab bersama.*
