Dialog Lintas Agama, PJ Bupati Malteng, Minta Masyarakat  Jaga Kedamain Dan Sudahi Konflik

Pemerintahan

Malteng,CakraNEWS.ID- Dialog lintas agama dalam rangka “Pesan Perdamaian Dari Tanah Pamahanunusa”, dilaksanakan di ruang rapat lantai tiga kantor Bapplitbangda Malteng Rabu, 16/11  yang di buka oleh Pj Bupati Malteng Dr. Muhammad Marasabessy, SP. ST, M.Tech.

Hadir dalam dialog tersebut General Manager PT. PLN Wilayah Maluku-Malut, wakil ketua Tanfidz Maluku, Wasekum MPH Sinode GPM, Manager UP3 PLN Masohi, tokoh Agama Malteng, Forkopimda Malteng dan pimpinan OPD jajaran Pemda Malteng.

“Kegiatan ini sangat positif dan perlu untuk di support oleh semua unsur baik lintas tokoh agama maupun semua elemen masyarakat dan jajaran pemerintah daerah maupun tokoh masyarakat,”ungkap Marasabessy dalam sambutannya, saat membuka dialog lintas agama.

Marasabessy menuturkan, guna menjaga perdamaian yang hakiki di bumi Pamahanunusa, sejatinya pemerintah daerah Malteng tetap optimis dan memberikan dukungan penuh dalam membangun peradaban di tengah masyarakat, sehingga masyarakat di daerah ini tetap hidup dalam situasi dan kondisi aman dan damai.

“Saya berharap agar kegiatan seperti ini dapat di kembangkan dengan melibatkan tokoh agama, stacke holder dan semua unsur terkait di dalamnya,” harapnya.

Melalui kegiatan dialog lintah agama, selaku Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, dirinya  sangat mengapresiasi dan berharap agar menjadikannya sebagai momentum istimewa dalam berkolaborasi untuk melaksanakan kegiatan kerohanian lintas agama dan budaya yang berefek untuk mempererat hubungan silaturahmi dan kekeluargaan sebagai insan ciptaan Tuhan yang paling mulia di setiap negeri yang ada di kabupaten Malteng.

“Kalau kegiatan seperti ini rutinitas di laksanakan maka saya dapat pastikan tidak ada lagi konflik horisontal yang berbau sara dan dapat memecahbelah persatuan dan kesatuan di tengah masyarakat,” ucapnya.

Sebagai Pj Bupati Malteng, Marasabessy memiliki komitmen untuk terus memupuk persatuan dan kesatuan antar sesama masyarakat dan optimis memberikan pengayoman dan rasa aman bagi masyarakat di bumi Pamahanunusa.

Sebagai pimpinan di daerah ini saya (Muhammad Marasabessy) selalu menempatkan diri bersama Forkopimda terutama TNI-Polri, tokoh agama dan tokoh masyarakat serta elemen pemuda dalam membangun hubungan yang harmonis dengan selalu menjaga komunikasi yang baik untuk terus perjuangkan kehidupan yang aman dan damai di tengah masyarakat.

Selain itu juga Marasabessy berharap, kepada semua tokoh agama di Malteng, agar bisa melibatkan diri dengan masyarakat pada setiap kegiatan dan momen baik yang bersifat keagamaan maupun adat dan budaya yang di laksanakan dengan melibatkan para pemuda dan pemudi sehingga terciptanya generasi bangsa yang berakhlak dan berbudaya.

Saat ini masyarakat malteng, kata Marasabessy, sudah harus berfikir sebagai seorang dewasa yang bijaksana. Jangan mau terus menerus di adu domba dan termakan isu provokatif dan menyesatkan.

“Kalau ada sesuatu masalah yang timbu di masyarakat, seharusnya kita bijaksana dalam menghadapinya dengan kepala dingin serta utamakan hubungan kekeluargaan dalam menyelesaikan berbagai persoalan supaya tidak merugikan diri sendiri, maupun masyarakat umum di sekitar kita,” pintanya.

Dirinya berharap agar konflik di masyarakat di sudahi. Karena dengan adanya konflik itu sudah tentu aktifitas masyarakat akan lumpuh dan terhambat dengan meninggalkan kesengsaraan yang berkepanjangan di masyarakat.

“Damai itu indah dan damai itu mampu membawa kita kepada kesejahteraan. Untuk itu saya berharap agar mari kita semua sebagai masyarakat di Malteng terus menjaga dan memupuk tali persaudaraan yang damai di bumi Pamahanunusa sehingga masyarakat dan daerah ini terus tumbuh dan berkembang menuju kesejahteraan yang di impikan,” pintanya.

Terkait konflik kemanusiaan yang terjadi, Pemerintah daerah akan terus melakukan berbagai langkah dan terobosan agar perdamaian di Pulau Haruku secara khusus untuk negeri Pelauw-Ori dan Kariu juga Aboru dan Hulaliu dengan segala upaya.

“Kami akan menjadi mediator sekaligus fasilitator. Kerangka rencana aksi untuk percepatan penyelesaian konflik sosial telah kami susun dan kami akan totalitas bekerja berdasarkan rencana aksi tersebut. Kami menyadari bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, semua pihak harus dilibatkan baik itu TNI-POLRI, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Pemuda, Tokoh Perempuan, rekan-rekan Media dan seluruh masyarakat,” pungkasnya.*CNI-06

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.