Diwarnai Hoax RMS, Fakta di Aboru Justru Merah Putih 500 Meter dan Semangat NKRI

Adventorial News

Ambon, CakraNEWS.ID— Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Negeri Aboru, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, pada Senin (17/8/2026), diwarnai beredarnya informasi menyesatkan di media sosial terkait dugaan pengibaran bendera Republik Maluku Selatan (RMS).

Namun, hasil pantauan di lapangan menunjukkan fakta yang berbeda. Alih-alih adanya pengibaran bendera RMS, masyarakat Aboru justru memperlihatkan semangat nasionalisme melalui pembentangan Bendera Merah Putih sepanjang kurang lebih 500 meter yang menjadi salah satu ikon perayaan kemerdekaan tahun ini.

Sejumlah media lokal dan nasional menyoroti pelaksanaan HUT ke-81 RI di Negeri Aboru yang berlangsung meriah, aman, dan penuh semangat kebangsaan. Pembentangan Merah Putih raksasa di kawasan Pantai Dusun Naira menjadi momen yang paling menyita perhatian publik.

Kegiatan tersebut melibatkan masyarakat bersama Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto, Wakil Gubernur Maluku H. Abdullah Vanath, serta sejumlah pimpinan instansi vertikal dan unsur Forkopimda.

Merah Putih sepanjang 500 meter yang dibentangkan di pesisir pantai itu menjadi simbol persatuan, kebersamaan, dan kecintaan masyarakat terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Selain upacara kemerdekaan, rangkaian kegiatan di Aboru juga diisi dengan berbagai agenda sosial dan kemasyarakatan, mulai dari perlombaan rakyat, bakti sosial kesehatan, pembagian sembako hingga makan bersama yang melibatkan warga, TNI, Polri, pemerintah daerah, dan unsur terkait lainnya.

Di tengah suasana perayaan tersebut, beredar sejumlah unggahan di media sosial yang mengaitkan momentum HUT RI di Aboru dengan dugaan pengibaran bendera RMS. Informasi itu kemudian menjadi perbincangan di berbagai platform digital.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Kapolsek Pulau Haruku bersama personel Polsek Pulau Haruku melakukan patroli dan pengecekan langsung di sejumlah titik di Negeri Aboru sekitar pukul 15.10 WIT.

Lokasi yang diperiksa meliputi Dusun Salele, Pantai Gapura Negeri Baru, sejumlah rumah warga, Ujung Tanjung Hatukui, Tanjung Salele, Jalan Waikenal, hingga kawasan permukiman di dalam Negeri Aboru.

Dari hasil patroli tersebut, aparat tidak menemukan adanya bendera bercorak empat warna sebagaimana yang dinarasikan dalam unggahan media sosial.

Petugas juga melakukan wawancara dengan sejumlah tokoh dan masyarakat setempat. Dari informasi yang diperoleh, foto-foto yang beredar disebut merupakan dokumentasi lama yang kembali dimunculkan di media sosial dan dikaitkan dengan peringatan HUT ke-81 RI tahun ini.

Keterangan serupa juga disampaikan sejumlah anggota TNI dan Polri yang dikonfirmasi. Mereka menegaskan bahwa bendera yang dibentangkan masyarakat pada perayaan kemerdekaan adalah Bendera Merah Putih sepanjang kurang lebih 500 meter, bukan bendera RMS sebagaimana yang beredar dalam narasi media sosial.

Hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai dilaksanakan, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Negeri Aboru terpantau aman, tertib, dan kondusif.

Momentum HUT ke-81 RI di Negeri Aboru justru memperlihatkan kuatnya semangat persatuan dan nasionalisme masyarakat. Di tengah beredarnya hoaks yang berupaya mengaburkan fakta di lapangan, warga Aboru menunjukkan kecintaan terhadap NKRI melalui keterlibatan aktif dalam upacara kemerdekaan, pembentangan Merah Putih raksasa, serta berbagai kegiatan sosial yang memperkuat kebersamaan dan gotong royong.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *