Ambon,CakraNEWS.ID- Pengurus Provinsi Federasi Olahraga Domino Nasional (Orado) Maluku merencanakan pelaksanaan Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) Wasit Domino Provinsi Maluku yang akan dipusatkan di Kota Ambon Februari 2026 mendatang. Pelatda ini akan melibatkan calon wasit dari 11 Pengurus Cabang (Pengcab) kabupaten/kota se-Maluku.
Ketua Bidang Pelatihan dan Pembinaan Prestasi Orado Maluku (Binpres), Josyes do Santos Walalayo, pada Minggu (25/01), menegaskan Pelatda ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat fondasi Orado sebagai cabang olahraga yang masih tergolong baru di Indonesia umumnya dan Maluku khususnya.
Menurut Walalayo, kehadiran wasit yang memiliki kompetensi, pemahaman aturan, serta integritas yang baik merupakan kebutuhan mendesak seiring dengan perkembangan olahraga domino yang mulai mendapat tempat di tengah masyarakat.
“Pelatda wasit ini sangat penting karena Orado merupakan cabang olahraga baru. Kita tidak hanya fokus mencetak atlet berprestasi, tetapi juga harus menyiapkan perangkat pertandingan yang profesional agar setiap kompetisi berjalan fair dan sesuai regulasi,” ujar Walalayo.
Ia menambahkan, melalui pelatihan ini para calon wasit akan dibekali pemahaman menyeluruh terkait peraturan pertandingan, mekanisme penilaian, hingga etika perwasitan.
“Kami ingin para wasit dari 11 kabupaten/kota memiliki standar yang sama. Dengan begitu, setiap event domino di Maluku bisa dipimpin wasit yang berkualitas dan dipercaya semua pihak,” tambahnya.
Sementara itu,Ketua Pengprov Orado Maluku, M. Azis Tunny, membenarkan adanya agenda Pelatda Wasit tersebut. Ia menyebut, kegiatan ini merupakan bagian dari kesiapan federasi dalam membangun Orado Maluku secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Tunny mengakui, sejak terbentuknya Orado Maluku, pihaknya telah menyiapkan berbagai program untuk menciptakan momentum besar bagi perkembangan olahraga domino di daerah ini.
“Kami menyadari bahwa untuk membesarkan Orado di Maluku, tidak cukup hanya mengandalkan antusiasme masyarakat. Harus ada sistem, organisasi, dan sumber daya manusia yang siap. Pelatda wasit ini menjadi salah satu fondasi penting,” kata Tunny.
Ia menegaskan, Orado Maluku ingin menjadikan domino sebagai olahraga prestasi yang mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.
“Kami ingin Maluku tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga menjadi daerah yang diperhitungkan. Karena itu, sejak awal kami mempersiapkan federasi ini secara serius, termasuk wasit-wasit yang nantinya bisa bertugas di berbagai kejuaraan baik lokal maupun nasional,” pungkasnya.**CNI-02
