Ambon, CakraNEWS.ID — Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke-67 di Balai Kota Ambon diwarnai pesan tegas dari Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, terkait maraknya tawuran pelajar, sekaligus penghargaan kepada dua warga lanjut usia yang dinilai menjadi teladan dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Di hadapan jajaran OPD, kepala sekolah, guru, dan ASN, Wattimena memberikan apresiasi khusus kepada Niko Silooy dan Ishak Elmanusu atas konsistensi mereka menjaga kebersihan kota meski telah lanjut usia.
Menurutnya, budaya bersih tidak hanya menyangkut lingkungan fisik, tetapi juga pembentukan karakter dan pola pikir masyarakat, termasuk di lingkungan pendidikan.
“Bersih bukan hanya lingkungan, tapi juga hati dan pikiran,” ujar Wattimena.
Namun di balik apresiasi tersebut, ia melontarkan kritik keras terhadap fenomena tawuran pelajar yang dinilai masih menjadi persoalan serius, khususnya di tingkat SMP. Ia menilai kekerasan antarpelajar menjadi ancaman nyata bagi masa depan generasi muda di Kota Ambon.
“Bagaimana kita bicara Indonesia maju kalau anak usia 12 sampai 15 tahun masih baku pukul di sekolah?” tegasnya.
Sebagai langkah konkret, Wali Kota menginstruksikan seluruh kepala sekolah di Kota Ambon segera mengumpulkan siswa dan orang tua guna membahas larangan tawuran serta kekerasan di lingkungan sekolah. Ia juga meminta setiap sekolah mengirimkan dokumentasi video sebagai bukti pelaksanaan kegiatan tersebut kepada pemerintah kota.
Selain itu, setiap guru diminta menyisihkan waktu satu hingga dua menit sebelum pelajaran dimulai untuk menyampaikan pesan moral kepada siswa, termasuk edukasi anti-perundungan dan anti-kekerasan.
Wattimena bahkan membuka kemungkinan tindakan tegas terhadap siswa yang terus melakukan pelanggaran berat dan dinilai tidak lagi dapat dibina oleh pihak sekolah.
Mengacu pada data nasional, ia menyebut sekitar 62 persen anak pernah mengalami kekerasan verbal maupun perundungan di sekolah. Karena itu, ia menekankan pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi tumbuh kembang anak.
“Ini peringatan keras. Saya tidak menyalahkan, tapi saya minta bukti nyata. Yakinkan saya sekolah di Ambon bebas tawuran dan perundungan,” tandasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Pemerintah Kota Ambon juga menandatangani kerja sama penyediaan air bersih antara PDAM Tirta Yapono dan Citraland sebagai bagian dari peningkatan pelayanan dasar kepada masyarakat.
General Manager Citraland, Meinisya Wairata, menyatakan pihaknya optimistis distribusi air bersih dapat segera menjangkau seluruh kawasan secara maksimal meski saat ini masih dilakukan secara bertahap.
Ia juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Kota Ambon yang terus memprioritaskan pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat.
Menutup sambutannya, Wattimena mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari sekolah, keluarga, hingga lingkungan sosial, untuk bersama-sama membangun Ambon yang lebih baik.
“Tidak mungkin pemerintah bekerja sendiri. Semua harus bergerak bersama,” ujarnya.***
