Kebakaran Melonjak di Ambon, 157 Kejadian Tercatat Sepanjang 2026

Adventorial News

Ambon, CakraNEWS.ID— Angka kebakaran di Kota Ambon menunjukkan tren peningkatan tajam dalam beberapa bulan terakhir. Hingga 21 Oktober 2026, tercatat 157 kejadian kebakaran, dengan lonjakan paling signifikan terjadi pada Agustus hingga Oktober.

Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat langkah pencegahan guna mengantisipasi kebakaran yang berpotensi mengancam keselamatan warga, permukiman, serta lingkungan.

“Kesadaran dan kewaspadaan masyarakat sangat penting untuk mencegah terjadinya kebakaran. Kami mengimbau warga agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama pembakaran lahan yang tidak terkendali,” kata Bodewin kepada wartawan di Ambon, Rabu (21/10/2026).

Data kejadian kebakaran periode Januari hingga 21 Oktober 2026 memperlihatkan peningkatan yang cukup tajam. Pada Januari dan Februari, masing-masing tercatat 11 kejadian. Angka itu turun menjadi enam kejadian pada Maret, kemudian lima kejadian setiap bulan pada April, Mei, dan Juni. Pada Juli, jumlahnya tercatat enam kejadian.

Namun, tren tersebut berubah pada Agustus dengan 15 kejadian, kemudian meningkat menjadi 33 kejadian pada September dan mencapai 60 kejadian dalam pencatatan hingga 21 Oktober.

Lonjakan tersebut menjadi perhatian pemerintah kota, terutama dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran di kawasan permukiman maupun wilayah yang rawan kebakaran hutan dan lahan.

Bodewin menegaskan, upaya pencegahan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Kesadaran masyarakat untuk menghindari aktivitas yang berisiko memicu api, disertai kesiapan petugas dalam merespons laporan, menjadi faktor penting untuk menekan jumlah kejadian.

“Pencegahan harus menjadi perhatian bersama. Pemerintah dan masyarakat perlu saling mendukung, sehingga potensi kebakaran dapat diantisipasi sedini mungkin dan tidak menimbulkan dampak yang lebih luas,” ujarnya.

Dari sebaran wilayah, Kecamatan Nusaniwe mencatat peningkatan paling menonjol pada Oktober, yakni 33 kejadian, dibandingkan sembilan kejadian pada September. Sementara itu, Kecamatan Sirimau mengalami penurunan dari 12 menjadi 11 kejadian.

Di Kecamatan Teluk Ambon, jumlah kejadian meningkat dari dua menjadi enam. Kecamatan Teluk Ambon Baguala mencatat tiga kejadian pada September dan Oktober, sedangkan Kecamatan Leitimur Selatan mencatat satu kejadian pada Oktober setelah tidak ada kejadian pada bulan sebelumnya.

Rekapitulasi kebakaran hutan dan lahan juga menunjukkan peningkatan dari 26 kejadian pada September menjadi 54 kejadian pada Oktober. Jumlah tersebut bertambah 28 kejadian atau sekitar 107,7 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Pemerintah Kota Ambon mendorong penguatan koordinasi antarperangkat daerah untuk menghadapi peningkatan risiko tersebut. Kesiapan personel, dukungan peralatan, pemantauan kawasan rawan, serta kecepatan penanganan laporan masyarakat dinilai perlu menjadi perhatian dalam upaya mengantisipasi kebakaran.

Sebagai pembanding, sepanjang September hingga Desember 2025 tercatat 27 kejadian kebakaran. Rinciannya, lima kejadian pada September, enam pada Oktober, tiga pada November, dan 13 pada Desember.

Bodewin mengingatkan bahwa perbandingan angka tersebut perlu mempertimbangkan perbedaan periode pencatatan. Data 2025 hanya mencakup empat bulan terakhir, sedangkan data 2026 dihitung sejak Januari hingga 21 Oktober.

Ia kembali mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan sumber api, tidak melakukan pembakaran lahan tanpa pengawasan, serta segera melaporkan apabila menemukan kejadian kebakaran.

“Melalui peningkatan kewaspadaan dan kerja sama seluruh pihak, upaya pencegahan dan penanganan kebakaran di Kota Ambon diharapkan berjalan lebih optimal, sehingga keselamatan warga, permukiman, dan lingkungan tetap terlindungi,” tandasnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *