Kericuhan Tambang Cinabar Gunung Tambaga, Sejumlah Sepeda Motor Dibakar di Bambu Kuning

Adventorial News

Piru, CakraNEWS.ID – Kericuhan terjadi di kawasan tambang ilegal Cinabar Gunung Tambaga, Kabupaten Seram Bagian Barat. Sejumlah kendaraan roda dua dilaporkan hangus terbakar di lokasi Bambu Kuning, Sabtu (7/2/2025).

Peristiwa tersebut terekam dalam sebuah video berdurasi 1 menit 30 detik yang beredar luas di media sosial. Dalam rekaman itu terlihat api membakar sejumlah sepeda motor yang terparkir di salah satu sudut gunung yang selama ini digunakan sebagai area parkir kendaraan roda dua dan roda empat.

Perekam video menyebutkan bahwa seluruh kendaraan yang berada di lokasi tersebut telah terbakar. Namun, hingga kini identitas perekam belum diketahui.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, situasi di kawasan tambang penghasil bahan dasar merkuri berupa logam cinnabar tersebut memanas sejak Sabtu siang hingga Minggu dini hari. Belum ada kejelasan terkait pihak yang bertanggung jawab atas pembakaran tersebut.

Sebelumnya, kericuhan diduga dipicu oleh perselisihan antarpekerja tambang terkait dugaan pencurian di salah satu kolam tambang milik warga. Akibat insiden tersebut, seorang warga bernama La Ode Jamilu (43) yang diketahui sebagai penjaga kolam tambang, mengalami penganiayaan dan dilarikan ke Puskesmas Negeri Iha dalam kondisi kritis.

Babinsa Negeri Iha saat ditanyai menyatakan, peristiwa penganiayaan terjadi sekitar pukul 10.00 WIT. Korban mengalami dua luka robek di bagian kepala, bibir pecah, luka robek pada siku tangan kanan akibat hantaman benda keras, serta pembengkakan pada kaki kiri akibat pukulan benda tumpul.

Warga setempat mengungkapkan bahwa ketegangan di kawasan tambang telah terjadi sejak beberapa hari sebelumnya. Bahkan, sempat terjadi perkelahian di pangkalan ojek sekitar lokasi tambang, meskipun penyebabnya belum diketahui secara pasti.

“Kejadiannya beruntun. Beberapa hari lalu sudah ada perkelahian di pangkalan ojek. Belum jelas masalahnya, tapi situasi sudah panas. Ditambah kejadian tadi malam, warga jadi semakin tegang,” ujar salah seorang warga.

Kapolsek Huamual, IPDA Salim Balami, membenarkan adanya insiden penganiayaan dan kericuhan di kawasan tambang tersebut. Ia mengatakan pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Kami melakukan penjagaan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Kondisi saat ini terpantau aman dan terkendali. Kami juga berkoordinasi dengan camat serta pemerintah desa Iha dan Luhu,” ujar Balami saat dikonfirmasi, Sabtu (7/2/2025).

Terkait pembakaran kendaraan di titik tambang Bambu Kuning, Balami menyatakan peristiwa tersebut masih dalam proses penyelidikan dan belum dapat dipastikan pelakunya.

“Kami akan menyampaikan perkembangan selanjutnya. Untuk saat ini situasi aman dan terkendali,” pungkasnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *