Bula, CakraNEWS.ID – Pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) ke-XII yang berlangsung di Gedung Olahraga (GOR) Kota Bula pada Senin (20/4/2026) malam berlangsung meriah.
Kegiatan tahunan ini menjadi momentum penting dalam syiar Islam sekaligus ajang kompetisi bagi para kafilah dari seluruh kecamatan di Kabupaten yang bertajuk Ita Wotu Nusa itu.
Salah satu agenda yang paling dinantikan dalam seremoni pembukaan tersebut adalah penyerahan piala bergilir juara umum. Diketahui, Kecamatan Kiandarat Darat merupakan juara umum pada pelaksanaan MTQ ke-XI, sehingga berhak memegang piala bergilir hingga pelaksanaan MTQ tahun ini.
Pada kesempatan tersebut, piala bergilir diserahkan langsung oleh Camat Kiandarat, Abuhasan Tokomadoran, didampingi Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kecamatan Kiandarat, Jufri Rumadaul, kepada Pemerintah Daerah Kabupaten SBat. Penyerahan itu menjadi simbol pengembalian piala untuk kembali diperebutkan oleh seluruh peserta dalam MTQ ke-XII.
Penyerahan piala bergilir tersebut juga menandai dimulainya kompetisi resmi antar kafilah yang akan berlangsung selama beberapa hari ke depan, dengan berbagai cabang lomba yang mengedepankan kemampuan membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an.

Usai mengikuti prosesi pembukaan, Camat Kiandarat Darat, Abuhasan Tokomadoran, menyampaikan bahwa pihaknya tetap optimistis dapat mempertahankan gelar juara umum yang telah diraih sebelumnya.
Tokomadoran menegaskan bahwa capaian tersebut bukanlah hal yang mudah untuk dipertahankan, namun dengan persiapan dan semangat yang dimiliki kontingen, peluang itu tetap terbuka.
“Sebagai Camat, saya tegaskan bahwa piala bergilir dan gelar juara umum yang diraih Kecamatan Kiandarat merupakan hasil kerja keras bersama. Tentu tidak mudah untuk mempertahankan predikat tersebut, namun kami optimistis kontingen kami mampu kembali memberikan yang terbaik,” ujarnya.
Ditambahkannya, momentum MTQ tidak hanya sebatas ajang perlombaan, tetapi menjadi sarana penting dalam membangun kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an.
Menurutnya, pembinaan yang berkelanjutan perlu terus dilakukan agar kualitas peserta semakin meningkat dari tahun ke tahun.
“Ke depan, masih banyak hal yang perlu dibenahi. MTQ ini menjadi momentum penting untuk terus menginspirasi anak-anak kita agar mencintai Al-Qur’an, bukan hanya dalam lomba, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua LPTQ Kecamatan Kiandarat, Jufri Rumadaul, di tempat yang sama mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai persiapan matang dalam menghadapi MTQ ke-XII.
Kata Rumadaul, mulai dari proses seleksi peserta hingga pemusatan latihan, seluruhnya dilakukan secara terencana guna menjaga kualitas kafilah untuk kembali mengharumkan nama bumi berjuluk Yessuriun Kian Lei tersebut.
Orang nomor satu di LPTQ Kiandarat itu menyebutkan bahwa kontingen Kiandarat datang dengan semangat tinggi untuk kembali bersaing secara sehat dengan kecamatan lainnya.
Meski demikian, ia juga mengakui bahwa persaingan tahun ini diprediksi akan semakin ketat.
“Kami telah mempersiapkan peserta dengan maksimal melalui pembinaan yang intensif. Harapan kami tentu dapat mempertahankan gelar juara umum, namun yang terpenting adalah bagaimana para peserta mampu menampilkan kemampuan terbaik mereka,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga wadah untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
Oleh karena itu, ia berharap seluruh peserta dapat menjunjung tinggi sportivitas dan menjadikan MTQ sebagai sarana mempererat ukhuwah Islamiyah.***CNI-01
