Bula, CakraNEWS.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seram Bagian Timur (SBT) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) lokal. Melalui Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Naketrans), Pemkab SBT menggelar pelatihan berbasis kompetensi bagi sejumlah Tenaga Kerja Mandiri (TKM).
Kegiatan ini berlangsung di Hotel Surya Bula, Kamis (28/8/2025), dengan melibatkan 20 peserta dari empat kecamatan, yakni Kecamatan Bula, Teluk Waru, Tutuk Tolu, serta Siritaun Wida Timur.
Pelatihan tersebut bertujuan mencetak tenaga kerja yang lebih terampil, mandiri, serta memiliki daya saing di tengah tantangan globalisasi dan perkembangan dunia kerja yang semakin ketat. Program ini sekaligus menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam menekan angka pengangguran serta memfasilitasi lahirnya wirausaha baru di berbagai bidang produktif.
Dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris Daerah (Sekda) SBT, Ahmad Q. Amahoru, Bupati Fachri Husni Alkatiri menegaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya sebatas pemberian keterampilan teknis semata. Lebih dari itu, peserta juga diberikan pengakuan kompetensi yang sangat dibutuhkan untuk bersaing di dunia kerja formal maupun nonformal.
“Acara pelatihan ini tidak hanya memberikan keterampilan teknis kepada para peserta, tetapi juga pengakuan kompetensi yang sangat penting di dunia kerja. Dengan SDM yang unggul, kreatif, dan inovatif, serta dukungan dari semua pihak, kita optimis bisa membangun daerah ini menjadi lebih maju dan mandiri,” ungkapnya.
Menurut Bupati, tantangan ketenagakerjaan di daerah semakin kompleks. Tingginya angka pengangguran, terbatasnya lapangan kerja formal, serta tuntutan era digital menjadi alasan utama mengapa peningkatan kapasitas SDM harus terus didorong.
Dengan adanya pelatihan berbasis kompetensi, ia berharap masyarakat mampu beradaptasi, menciptakan peluang kerja, dan berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Sementara itu, Kepala Dinas Naketrans SBT, Mochtar Rumadan, menjelaskan bahwa pelatihan ini juga disertai dengan pemberian bantuan sarana penunjang usaha. Bantuan tersebut antara lain berupa satu paket gunting manual lengkap, tiga unit gunting listrik, serta seluruh perlengkapan barbershop yang dibutuhkan oleh para peserta.
“Bantuan ini kami berikan agar dapat menjadi stimulan bagi para peserta untuk membuka usaha mandiri, menciptakan lapangan kerja baru, sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa bantuan tersebut bukan sekadar fasilitas, tetapi juga tanggung jawab. Karena itu, para penerima diharapkan menggunakan sarana yang diberikan dengan penuh kesungguhan dan kedisiplinan, sehingga usaha yang dijalankan dapat berkembang secara berkelanjutan.
Lebih jauh, Mochtar juga mengajak masyarakat luas untuk turut mendukung program pemerintah ini. Menurutnya, peran serta masyarakat sangat penting dalam mengawal agar program tersebut berjalan sukses dan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas hidup warga.
“Masyarakat diajak untuk mendukung dan mengawal program ini agar sukses dan memberikan manfaat nyata. Dengan begitu, kita bisa bersama-sama menekan angka pengangguran sekaligus memutus rantai kemiskinan di daerah ‘Ita Wotu Nusa’ tercinta ini,” tambahnya.
Pelatihan ini mendapat apresiasi dari para peserta yang merasa program tersebut menjadi peluang berharga untuk mengembangkan keterampilan sekaligus memulai usaha baru. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di berbagai kecamatan sehingga semakin banyak masyarakat yang mendapat manfaat langsung.
Diketahui, kegiatan pelatihan berbasis kompetensi bukan kali pertama dilakukan oleh Pemkab SBT. Sebelumnya, program serupa telah digelar di Kecamatan Siritaun Wida Timur dan Kecamatan Tutuk Tolu, dengan melibatkan dua orang peserta dari setiap desa.
Hal ini menandakan bahwa pemerintah daerah secara berkesinambungan berupaya memperluas jangkauan program agar manfaatnya lebih merata di seluruh wilayah kabupaten.**CNI-01