Ambon, CakraNEWS.ID- Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) menyerahkan rekomendasi hasil dialog pemuda terkait dinamika pembangunan Maluku Integrated Port (MIP) di SBB kepada Hendrik Lewerissa.
Rekomendasi tersebut merupakan hasil dari kegiatan dialog pemuda bertajuk “MIP SBB Failed Buka Puasa Bersama dan Diskusi Pemuda SBB di Kota Ambon” yang digelar oleh pemuda SBB di Kota Ambon. Forum ini menjadi ruang refleksi bagi pemuda untuk menyoroti dinamika tidak terealisasinya pembangunan MIP yang sebelumnya diproyeksikan di wilayah Seram Bagian Barat.
Ketua DPD KNPI SBB, M. Fahrul Kaisku, mengatakan penyerahan rekomendasi ini merupakan bentuk kontribusi pemuda dalam mengawal arah pembangunan daerah sekaligus mengingatkan pentingnya prinsip pembangunan yang berkeadilan bagi seluruh wilayah di Maluku.
Menurut Fahrul, meskipun proyeksi pembangunan Maluku Integrated Port mengalami pergeseran, pemerintah diharapkan dapat menghadirkan alternatif pembangunan strategis berskala nasional yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Seram Bagian Barat dan memberikan dampak bagi pembangunan Maluku secara keseluruhan.
“Jika proyeksi MIP mengalami pergeseran, kami berharap ada proyeksi pembangunan strategis nasional lainnya yang dapat menggantikan peran tersebut, sehingga masyarakat SBB tetap merasakan manfaat pembangunan dan memberi kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi Maluku,” ujar Fahrul.
Ia menambahkan, salah satu kawasan yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan adalah kawasan Waisarisa, khususnya di area eks perusahaan tripleks yang dinilai masih memiliki sejumlah infrastruktur yang dapat dioptimalkan.
Menurutnya, kawasan tersebut memiliki sejumlah keunggulan, mulai dari keberadaan pelabuhan, ketersediaan lahan yang cukup luas, hingga dukungan masyarakat setempat yang membuka peluang bagi pengembangan kawasan strategis baru di Seram Bagian Barat.
“Kawasan Waisarisa eks perusahaan tripleks misalnya, memiliki sejumlah infrastruktur yang dapat dibenahi.
“Mulai dari pelabuhan, luasan lahan yang tersedia, hingga dukungan masyarakat setempat. Potensi ini bisa dimaksimalkan oleh Pemerintah Provinsi Maluku untuk mendorong lahirnya pusat kegiatan ekonomi baru di SBB,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris DPD KNPI SBB, Penuel M. Supulatu, menegaskan bahwa pemuda berharap adanya sinergi yang lebih kuat antara pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat dalam memperjuangkan pembangunan infrastruktur strategis di Maluku.
Selain itu, pemuda juga mendorong optimalisasi potensi ekonomi lokal seperti sektor perikanan, pertanian, dan ekonomi kreatif guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Supulatu menegaskan, DPD KNPI SBB dibawa arahan Pimpinan Provinsi Arman Kalean Lessy, telah berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam mengawal pembangunan Saka Mese Nusa serta bersinergi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan guna mewujudkan pembangunan Maluku dan SBB khususnya yang maju, berkeadilan, dan berkelanjutan.**CNI-02
