Perkuat Ketahanan Pangan, Kakanwil Ditjenpas Jateng Tinjau Inovasi Pertanian dan Peternakan di Rutan Boyolali

Hukum & Kriminal

Boyolali CakraNEWS.ID- Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Boyolali terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya di bidang ketahanan pangan.

Hal ini terlihat saat Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah, Mardi Santoso, melakukan kunjungan kerja dan peninjauan langsung ke berbagai sarana pembinaan kemandirian di Rutan Boyolali pada Kamis (7/05/2024).

Dalam kunjungan tersebut, Kakanwil yang didampingi oleh Kepala Rutan Boyolali, Ervans Bahrudhin Mulyanto, meninjau sejumlah titik vital program ketahanan pangan. Salah satu yang menjadi pusat perhatian adalah fasilitas greenhouse budidaya melon hidroponik jenis sweet lavender.

Di sela-sela peninjauan, Kepala Rutan Kelas IIB Boyolali, Ervans Bahrudhin Mulyanto, menjelaskan melon tersebut akan segera memasuki masa panen dan diproyeksikan menjadi komoditi unggulan rutan yang dapat diakses langsung oleh masyarakat.

“Izin melaporkan Bapak Kakanwil, melon jenis sweet lavender ini diperkirakan akan memasuki masa panen dalam waktu kurang dari satu minggu ke depan. Rencananya, hasil budidaya ini akan kami pasarkan kepada masyarakat luas melalui program wisata petik melon yang terbuka untuk umum, sehingga masyarakat dapat melihat langsung keberhasilan pembinaan kemandirian di dalam Rutan Boyolali,” ujar Ervans saat memberikan penjelasan kepada Kakanwil.

Baca Juga:Program Kemandirian Rutan Kelas IIB Boyolali, Latih Warga Binaan Budidaya Melon Hidroponik Dan Beternak Domba

Selain meninjau greenhouse melon, rombongan juga meninjau kolam budidaya ikan lele, nila, dan patin yang dikelola secara produktif oleh warga binaan.

Peninjauan kemudian dilanjutkan ke lahan pertanian jagung varietas hybrid serta fasilitas peternakan yang saat ini telah memiliki koleksi 21 ekor domba jenis Garut Merino dalam kondisi sehat dan terawat.

Kakanwil Ditjenpas Jawa Tengah, Mardi Santoso, memberikan apresiasi atas langkah progresif yang dilakukan Rutan Boyolali.

Program ini dinilai tidak hanya mendukung ketersediaan pangan nasional, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan bekal keterampilan yang nyata bagi warga binaan sebelum kembali ke masyarakat.

Menutup kegiatan tersebut, Karutan Boyolali menegaskan, pihaknya akan terus mengoptimalkan seluruh potensi lahan dan sumber daya yang ada.

Baca Juga:KA Rutan Kelas IIB Boyolali, Apresiasi Sinergi Kemenag Boyolali Bina Spiritual Rohani WBP

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian ini sebagai bentuk dukungan penuh terhadap program akselerasi kementerian, sekaligus memastikan warga binaan memiliki daya saing dan keahlian yang bermanfaat,” pungkas Ervans.

Kegiatan peninjauan berlangsung dengan aman dan tertib, mempertegas posisi Rutan Kelas IIB Boyolali sebagai salah satu unit pelaksana teknis yang proaktif dalam mengimplementasikan kebijakan ketahanan pangan di wilayah Jawa Tengah.**CNI-01

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *