Presiden RI Bersama Ibu Negara, Kunjungi Posko Pengungsian Masyarakat Korban Gempa Bumi Maluku

Pemerintahan

Ambon,CakraNEWS.ID- Suasana riang gembira masyarakat korban gempa bumi Maluku, saat melihat kunjungan secara langsung Presiden RI Ir Joko Widodo bersama Ibu Negara dan rombongan ke posko pengungsian yang berada di Universitas Darrusalam, Negeri Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah,Provinsi Maluku, Selasa (29/10/2019). Masyarakat yang menempati posko pengungsian di Negeri Tulehu tersebut, merupakan korban bencana alam gempa bumi berkekuatan 6,8 Skala Rikert yang mengguncang Maluku, pada Kamis (26/9/2019) lalu.

Dalam kunjunganya ke posko pungungsian korban gempa bumi yang berada di Negeri Tulehu tersebut, Presiden Jokowi bersama Ny Irian  Jokowi, didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Mayjen TNI Suharyanto, Komandan Paspampres Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, dan Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Fadjroel Rahman.

Selain mengunjungi lokasi posko pengungsian korban gempa bumi yang berada di kampus UNIDAR Negeri Tulehu, Presiden juga mengunjungi rumah sakit lapangan dan stand BNPB, serta melalukan pertemuan terbatas dengan Para Latupati dan Raja serta Tokoh Masyarakat yang terkena dampak gempa.

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi kembali mengingatkan, Indonesia berada di kawasan cincin api sehingga potensi gempa dan tsunami selalu ada di Indonesia. Sejarah pernah mencatat gempa juga terjadi di beberapa wilayah Indonesia, seperti Aceh, Palu, Padang, Bengkulu, Lampung, Banten, Yogyakarta, hingga beberapa tahun terakhir di Nusa Tenggara Barat, Palu dan Donggala, Irian serta Maluku. Untuk itu Pemerintah akan memberikan bantuan bagi masyarakat yang terkena musibah.

“Kita memang tidak ingin, dan selalu memohon kepada Allah SWT agar kita selalu dihindarkan dari yang namanya gempa dan tsunami. Tetapi kalau memang Allah sudah berkehendak ya kita harus menerima dan siap,” kata Presiden.

Presiden mengatakan, penyaluran bantuan dari  Pemerintah RI kepada kepada masyarakat korban gempa adalah mereka yang mempunyai tempat tinggal yang mengalami kerusakan, mulai dari rusak ringan sebesar 10 juta rupiah, rusak sedang 25 juta dan yang mengalami rusak berat sebesar 50 juta rupiah. Tetapi masyakat harus bisa bersabar dalam menunggu bantuan tersebut.

“Saya telah menerima laporan dari Gubernur Maluku Pa Murad Ismail dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Doni Monardo, ada sekitar 12.137 unit rumah yang rusak akibat gempa Maluku. Rinciannya, 2.712 unit rumah rusak berat, 3.317 unit rumah rusak sedang, dan 6.108 unit rumah rusak ringan,”Ucapnya.

Lebih lanjut Presiden menyampaikan bahwa proses pencairan untuk anggaran dana penanggulan bencana sudah ada, namun harus melalui prosedur untuk mencairkan anggaran tersebut. Dan semua dana tersebut akan didistribusikan dari Pemerintah Pusat melalui Pemerintah Provinsi.

“Anggaran di Kementerian PUPR dan di BNPB telah dialokasikan untuk perbaikan rumah-rumah tersebut dan akan segera disalurkan setelah menjalani sejumlah prosedur. Yang kedua, kita juga sedikit menunggu agar gempanya itu reda, ya. Ini kalau malam saya dengar masih ada yang kecil-kecil, begitu ya? Gempa kecil-kecil. Semoga itu cepat hilang sehingga pembangunan rumah itu bisa dikerjakan oleh masyarakat yang nanti dikoordinasi oleh pemerintah daerah, anggarannya dari pusat,”kata Presiden

Baca Juga: Kunker Ke Maluku, Presiden RI Joko Widodo Bersama Ibu Negara Akan Kunjungi Pengungsi Korban Gempa Bumi

Adapun besaran bantuan untuk perbaikan rumah warga tersebut yaitu Rp50 juta untuk rumah rusak berat, Rp25 juta untuk rumah rusak sedang, dan Rp10 juta untuk rumah rusak ringan. Presiden mengatakan jumlah tersebut sama seperti yang diberikan di daerah terdampak gempa lainnya.

“Kalau ditanya cukup atau tidak cukup, ini terserah bapak ibu semuanya. Yang penting, yang kita lihat seperti di NTB, di Palu, dengan anggaran yang ada, ini rumah saya lihat di NTB sudah hampir selesai dan juga bisa diselesaikan,” katanya.

Presiden Jokowi juga meminta jajaran pemerintahan di daerah seperti camat dan lurah turut memantau dan mengawasi anggaran tersebut. Terutama mengingat anggaran tersebut akan langsung diberikan kepada masyarakat terdampak gempa.

Terkait pembangunan rumah warga yang rusak, Kepala Negara berharap agar masyarakat membangun rumah dengan konsep rumah tahan gempa seperti halnya yang dilakukan warga di Nusa Tenggara Barat (NTB). Untuk itu, pembangunan konstruksi rumah warga akan diarahkan langsung oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Ada macam-macam, ada yang pakai beton, ada yang sistem RISHA ada, jadi kalau ada gempa itu yang goyang hanya konstruksinya tetapi dinding dan lainnya tetap itu. Saya kira kita harus mengikuti itu,” Tandasnya.

Kunjungan ke Provinsi Maluku, Kota Ambon ini merupakan kunjungan kerja kedua setelah sebelumnya Presiden melakukan kunjungan pertama ke Papua, usai pelantikan Presiden pada 20 Oktober 2019 lalu.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala BNPB Pusat Letjen TNI Doni Monardo, Gubernur Maluku Irjen Pol (Purn) Drs.Murad Ismail, Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Marga Taufiq, Kapolda Maluku Irjen Pol Royke Lumowa, M.M, Pangkoarmada III Laksamana Muda TNI ING Ariawan, Danlantamal IX/Ambon Laksamana Pertama TNI Budi Purwanto, Danlanud Pattimura Kolonel Pnb Sapuan, S.Sos.,M.M., Kabinda Maluku Brigjen TNI Ronny, Walikota Ambon Richard Louhenapessy, Bupati Maluku Tengah Abu Tuasikal serta para Toga, Toda dan Tomas yang berjulah kurang lebih 150 orang. (CNI-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *