Strategi Jitu Pemkot Ambon Distribusi SDM, Walikota Apresiasi Mahasiswa Lulusan Jepang Kembali Pulang

Pendidikan

Ambon, CakraNEWS.ID- Upaya Walikota Ambon memajukan daerah bukan saja diterobos dari segi pembangunan fisik dan pembenahan birokrasi semata. Akan tetapi, pembangunan bidang Sumber Daya Manusia (SDM) pun terus digenjot pemerintahan yang dipimpin Richard Louhenapessy dan Syarif Hadler.

Pasca kurang lebih 7 tahun lalu mengirimkan delegasi putra-putri terbaik Maluku menempuh pendidikan di berbagai University ternama di Jepang, kini 13 dari 15 nyong deng nona Ambon itu telah kembali pulang ke Ambon. Kepulangan ke-13 alumnus jebolan negeri Sakura itu bertahap sejak tahun 2021 lalu.

Walikota Ambon sebagaimana rilisian PPID kota Ambon, Senin (11/04), mengakui tahap pertama 7 orang yang telah menyelesaikan program dan kembali ke Ambon pada 2021 lalu.

“Hari ini kembali lagi 6 orang, dan semua lulus dengan predikat terbaik. Jadi total yang yang sudah kembali 13 (tiga belas) orang,” ungkap Walikota.

Menurut Wali Kota, masih ada 2 (dua) orang yang masih berada di Jepang untuk penyelesaian studi yang sempat tertunda karena masalah administrasi.

“Jadi bukan soal studi, tetapi masalah administrasi seperti pasport yang masa berlaku habis, jadi harus pulang mengurus dan kembali ke Jepang untuk penyelesaian studi sehingga nanti bulan Maret tahun depan baru mereka bisa pulang ke Ambon,” akuinya.

Dikatakan Wali Kota, ke 6 mahasiswa lulusan Jepang yang pulang hari ini, berasal dari berbagai jurusan studi. Yakni Lulusan Hiroshima University atas nama Denis Sahulata dengan spesifikasi studi pencegahan tanah longsor dan distrubusi pohon; Yosua Tutuarima, dengan jurusan kehutanan; dan Rafael Sahara pada spesifikasi studi publikasi kebudayaan

“Ada pula atas nama Thedore Aipassa, jurusan psikolgi dengan spesialisasi psikologi sosial; Ali Muhammad, jurusan bio sience, Spesialisas obat – obatan dari Nakahama Institute; serta Dewi Rumalessin jurusan Hukum Internasional dari IC Gakuin University,” bebernya.

Semua mahasiswa lulusan Jepang tersebut lanjutnya, akan mengabdi pada OPD Pemerinta Kota (Pemkot) Ambon yang sesuai dengan latar belakang akademis.

“Sesuai dengan komitmen awal maka mereka akan mengabdi selama 2 tahun, setelah itu mereka diberikan opsi untuk menjadi ASN Pemkot, atau mau studi lanjut, atau bahkan mau manuver ke pekerjaan lain di luar Pemkot,” ungkapnya.

Dirinya menandaskan, opsi tersebut merupakan bagian dari bagian dari strategi penyebaran kader terbaik Kota Ambon baik di Kementerian atau BUMN.

“Kalau mereka tersebar, ada di kementerian atau diluar daerah, minimal mereka tidak akan melupakan Ambon karena mereka tahu mereka sukses karena keringat dari masyarakat ambon, jadi paling tidak mereka bisa memperjuangkan nasib anak – anak Ambon lainnya jika ada kesempatan yang terbuka,” bebernya.

Apresiasi

Wali Kota Ambon, memberi apresiasi kepada para putri/putri terbaik Ambon menyelesaikan program study & work di Jepang tersebut.

“Saya betul bersyukur atas kerjasama dengan Jepang lewat koordinator Bapak Roni Maail, dimana kita telah mengirimkan 15  orang, pada tahun 2015 dan 2016 untuk studi di Jepang,” pungkas Wali Kota.*** CNI-04

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.