BULA, CakraNEWS.ID — Persaingan Volleyball Putri Festival Kampung Merdeka (FKM) 2026 semakin memanas. Dua pertandingan yang berlangsung di Lapangan Voli Ratu Ema, Desa Angar, Kecamatan Kian Darat, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Minggu (6/9/2026), menyajikan pertarungan sengit sekaligus menentukan komposisi tim yang melaju ke babak berikutnya.
Pada laga pertama, PKM Kiandarat tampil dominan dan berhasil menundukkan Queen Kilwouw dengan skor 2-0 (25-22, 25-14). Sementara pada pertandingan berikutnya, Watu-Watu juga tampil efektif dengan mengalahkan Keraton Kian dua set langsung, 25-20 dan 25-23.
Menghadapi Queen Kilwouw, PKM Kiandarat tampil agresif sejak awal pertandingan. Kekalahan dari Artafella pada laga sebelumnya menjadi pelajaran bagi skuad yang diasuh Rifai Kella tersebut untuk tampil lebih percaya diri.
Sejak set pertama dimulai, PKM Kiandarat langsung mengambil inisiatif serangan. Kombinasi spike keras dan quick smash membuat pertahanan Kilwouw kesulitan mengembangkan permainan.
PKM Kiandarat membuka keunggulan 8-3. Kilwouw berusaha mengejar, tetapi PKM Kiandarat mampu menjaga jarak hingga kedudukan 15-10.

Memasuki fase akhir set pertama, pertandingan berlangsung semakin ketat. Kedua tim terlibat jual beli serangan dan beberapa kali terjadi reli panjang. Kilwouw terus berupaya memperkecil ketertinggalan, namun PKM Kiandarat tetap mampu menjaga keunggulan. Hingga akhirnya, PKM Kiandarat menutup set pertama dengan kemenangan 25-22.
Memasuki set kedua, dominasi PKM Kiandarat kembali terlihat. Serangan-serangan tajam membuat mereka langsung unggul 5-2.
Kilwouw sempat memberikan perlawanan dan menjaga jarak poin hingga 14-12. Namun setelah itu, PKM Kiandarat semakin sulit dihentikan.
Permainan menyerang PKM Kiandarat membuat perolehan poin mereka melaju hingga 22-12. Kilwouw tidak mampu membalikkan keadaan dan akhirnya harus menyerahkan set kedua dengan skor 25-14.
PKM Kiandarat pun memastikan kemenangan 2-0 atas Kilwouw.

Watu-Watu Tundukkan Keraton Kian
Pada pertandingan lainnya, Watu-Watu berhadapan dengan Keraton Kian dalam laga yang berlangsung ketat sejak awal.
Keraton Kian sebenarnya mampu menunjukkan pertahanan yang cukup solid. Kedua tim silih berganti melakukan serangan dan menjaga perolehan poin tetap berimbang.
Namun, Watu-Watu tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang. Konsistensi permainan membuat mereka mampu mengendalikan jalannya set pertama dan menutup pertandingan dengan skor 25-20.
Keraton Kian mencoba bangkit pada set kedua. Pertandingan berlangsung lebih ketat dengan selisih poin yang tidak terlalu jauh.
Memasuki poin-poin krusial, kedua tim terus berusaha mempertahankan momentum.
Watu-Watu menunjukkan ketenangan dan konsistensi hingga akhirnya kembali mengamankan set kedua dengan skor 25-23.
Hasil tersebut memastikan Watu-Watu menang 2-0 atas Keraton Kian.
Hasil pertandingan tersebut turut memengaruhi posisi klasemen sementara Volleyball Putri FKM 2026. Di Grup A, Artafella memastikan diri sebagai juara grup dengan koleksi 11 poin dan berhak melaju langsung ke babak semifinal. Ratu Ema Junior berada di posisi kedua dengan 9 poin, sementara PKM Kiandarat menempati posisi ketiga dengan 7 poin dan mendapatkan tiket ke babak play-off.
Sementara itu, di Grup B, Watu-Watu mengamankan 8 poin dan memastikan tiket langsung ke semifinal setelah mengalahkan Keraton Kian. Keraton Kian berada di posisi kedua dengan 8 poin, sedangkan Ratu Ema Senior menempati posisi ketiga dengan koleksi 8 poin. Ketiganya harus menunggu ketentuan hasil pertandingan dan sistem kompetisi untuk memastikan posisi akhir serta peluang melangkah ke fase berikutnya.
Adapun tim yang harus mengakhiri kiprahnya di Volleyball Putri FKM 2026 adalah Kilwouw dan WSM Sport dari Grup A, serta MA LKMD Kiandarat dan Pigora dari Grup B.***CNI-01/Baim AR

