Bula, CakraNEWS.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) menggelar Pelatihan Petugas Lapangan Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) dan Survei Terintegrasi (SERUTI) Maret 2026 melalui metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara virtual, Jumat (9/01/2026).
Kegiatan pelatihan tersebut dilaksanakan dalam dua gelombang dengan kombinasi metode daring dan luring. Untuk gelombang pertama, pelatihan secara virtual berlangsung selama tiga hari, terhitung sejak 9 hingga 11 Januari 2025, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan tatap muka atau luring pada 15 Januari 2025.
Sementara itu, gelombang kedua dijadwalkan mengikuti pelatihan secara virtual pada 12 hingga 14 Januari 2025, dengan pelaksanaan luring pada 19 hingga 20 Januari 2025. Seluruh rangkaian pelatihan ini dirancang guna memastikan kesiapan petugas lapangan dalam menghadapi pelaksanaan SUSENAS–SERUTI Maret 2026.
Pada gelombang pertama, sebanyak 27 orang petugas mengikuti pelatihan secara daring dari tempat tinggal masing-masing. Para peserta dibekali materi teknis dan konseptual yang menjadi dasar utama dalam pelaksanaan survei lapangan BPS.
Ketua Panitia Kegiatan, Ahyar Muhajir Rumakey, menjelaskan bahwa pelatihan SUSENAS–SERUTI Maret 2026 yang dilaksanakan secara daring bertujuan untuk menyamakan pemahaman seluruh petugas lapangan terkait konsep, definisi, serta metodologi survei yang digunakan oleh BPS.
“Melalui kegiatan ini, petugas dibekali pengetahuan dasar terkait ruang lingkup survei, alur pelaksanaan, hingga etika dan teknik wawancara. Hal ini penting agar proses pencacahan SUSENAS–SERUTI Maret 2026 dapat dilaksanakan secara tepat, seragam, dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh BPS,” ujar Rumakey.
Ia menambahkan, kualitas data yang dihasilkan sangat bergantung pada pemahaman dan profesionalitas petugas di lapangan. Oleh karena itu, pelatihan ini menjadi tahapan krusial sebelum petugas diterjunkan langsung ke masyarakat.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Seram Bagian Timur, Tupa Tampubolon, dalam sambutannya sekaligus membuka secara resmi kegiatan pelatihan tersebut, menekankan pentingnya peran petugas lapangan sebagai ujung tombak pengumpulan data.
“Sebagai ujung tombak kami di lapangan, jaga kualitas, apalagi bagi teman-teman yang baru. Pelaksanaan survei ini membutuhkan ketelitian dan tanggung jawab yang tinggi,” tegas Tampubolon.
Ia juga mengingatkan seluruh petugas agar senantiasa mematuhi standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan BPS dalam setiap tahapan pencacahan di lapangan.
“Taati SOP masing-masing di lapangan, dan lakukan pertanyaan yang mendalam kepada responden agar data yang diperoleh benar-benar akurat dan mencerminkan kondisi yang sebenarnya,” katanya.
Lebih lanjut, Tampubolon menegaskan bahwa data yang berkualitas merupakan fondasi utama dalam perencanaan pembangunan daerah.
Menurutnya, hasil SUSENAS–SERUTI akan menjadi rujukan penting bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang berpihak kepada kesejahteraan masyarakat.
“Kita harus memastikan data yang dihasilkan berkualitas untuk memajukan Bumi Ita Wotu Nusa,” pungkasnya.***CNI-01
