Piru, CakraNEWS.ID– Danrem 151/Binaiya Brigjen TNI Rafles Manurung memantau langsung distribusi bantuan sosial bagi masyarakat Patahuwe yang terdampak konflik sosial dan kini berada di lokasi pengungsian di Desa Taniwel, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Sabtu (12/9/2026).
Bantuan sosial tersebut berasal dari Pemerintah Provinsi Maluku melalui Dinas Sosial Provinsi Maluku serta Pemerintah Kabupaten SBB melalui Dinas Sosial Kabupaten SBB.
Pemantauan dilakukan untuk memastikan bantuan yang telah tiba di lokasi pengungsian dapat disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, sekaligus melihat secara langsung kondisi dan kebutuhan dasar warga Patahuwe selama berada di tempat pengungsian.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Dandim 1513/SBB Letkol Arh Jaka Putra, Kepala Dinas Sosial Provinsi Maluku E. Avandy Hasanusi, Pasi Intel Kodim 1513/SBB, Danramil 1513-02/Taniwel, Kapolsek Taniwel, pemerintah Desa Patahuwe beserta staf, serta sekitar 200 masyarakat Patahuwe.
Dari Dinas Sosial Kabupaten SBB, bantuan yang disalurkan mencakup 126 paket makanan anak, 20 paket family kit, 20 paket kids ware, 20 lembar selimut, 50 unit kasur, dua unit tenda portable dan 30 lembar tenda gulung atau terpal.
Bantuan kebutuhan konsumsi juga disalurkan berupa beras, telur, susu, teh, minyak goreng, air mineral dan mi instan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama berada di pengungsian.
Sementara itu, Dinas Sosial Provinsi Maluku menyalurkan 100 paket makanan siap saji, 50 paket makanan anak, 30 unit kasur, 30 lembar tenda gulung, dua unit tenda serbaguna, dua unit tenda keluarga, 30 paket kids ware dan 30 paket family kit.
Bantuan tersebut juga mencakup 22 potong daster, 50 paket pakaian anak, 50 stel sandang dewasa perempuan, 50 stel sandang dewasa laki-laki serta 64 lembar selimut.
Selain bantuan dari pemerintah daerah, dukungan logistik juga datang dari Klasis Taniwel sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat Patahuwe yang terdampak konflik sosial.
Di lokasi pengungsian, unsur terkait tidak hanya melakukan distribusi bantuan, tetapi juga mengecek ketersediaan logistik dan melakukan pemasangan tenda bagi warga yang membutuhkan tempat berlindung sementara.
Pemantauan Brigjen TNI Rafles Manurung menjadi bagian dari rangkaian penanganan pascakonflik untuk memastikan masyarakat terdampak mendapatkan perhatian dan bantuan secara langsung. Penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan unsur TNI, Polri, pemerintah daerah serta elemen masyarakat.
Distribusi bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga selama berada di pengungsian, sembari proses pemulihan keamanan dan kondisi sosial di wilayah Patahuwe dan Lisabata terus dilakukan.
Rangkaian penanganan dijadwalkan berlanjut pada Minggu (13/9/2026) melalui pertemuan dengan masyarakat Desa Patahuwe di Balai Desa Patahuwe sebagai bagian dari upaya lanjutan mendengar kondisi masyarakat dan memperkuat proses pemulihan pascakonflik.***

