Bula, CakraNEWS.ID — Kecamatan Kian Darat menunjukkan kesiapan penuh dalam mengikuti ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an yang dipusatkan di Kecamatan Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT). Sebagai juara bertahan, kontingen Kiandarat Darat menargetkan kembali meraih prestasi terbaik sekaligus mempertahankan gelar juara umum.
Kafilah Kecamatan Kian Darat secara resmi turut ambil bagian dalam pawai ta’aruf yang berlangsung di Kota Bula pada Sabtu (18/4/2026).
Kehadiran mereka dipimpin langsung oleh Camat Kian Darat, Abuhasan Tokomadoran, yang tampak memberikan semangat dan arahan kepada seluruh peserta sebelum memasuki rangkaian perlombaan.
Dalam keterangannya, Camat Tokomadoran menegaskan bahwa seluruh peserta telah dipersiapkan jauh hari sebelumnya, baik dari sisi kemampuan maupun kesiapan mental.
Ia mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan serta kepercayaan diri selama mengikuti lomba.
“Kami telah mempersiapkan peserta sejak awal. Yang terpenting adalah menjaga kondisi fisik dan tetap percaya diri. Berikan yang terbaik sesuai kemampuan masing-masing untuk mengharumkan nama Kiandarat Darat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa status sebagai juara bertahan menjadi motivasi tersendiri bagi kontingennya. Dengan mengusung semangat untuk mempertahankan prestasi, pihaknya optimistis mampu bersaing secara maksimal di setiap cabang lomba yang diikuti.
Menurut Tokomadoran, pelaksanaan MTQ bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan juga sarana mempererat silaturahmi serta memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
Ia menilai kegiatan ini memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang mencintai Al-Qur’an.
“MTQ ini bukan hanya perlombaan, tetapi momentum untuk meningkatkan kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an, memperdalam pemahaman, serta memperkuat keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa partisipasi dalam MTQ diharapkan mampu memberikan pengalaman berharga bagi para peserta, sekaligus menjadi ruang pembinaan berkelanjutan dalam pengembangan kemampuan tilawah, hafalan, maupun pemahaman isi Al-Qur’an.
Sementara itu, Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kecamatan Kian Darat, Jufri Rumadaul, menyampaikan bahwa kontingen yang diberangkatkan berjumlah 30 orang, terdiri dari 14 peserta dan 16 official.
Ia mengungkapkan bahwa Kiandarat Darat datang dengan semangat juang tinggi yang tercermin dalam moto yang diusung, yakni “Kian Darat itu Eseriun, Eseriun identik dengan warna merah, dan merah adalah simbol keberanian.”
“Kami adalah juara bertahan. Kami tidak datang sekadar untuk berpartisipasi, tetapi untuk mempertahankan gelar juara umum. Ini adalah komitmen kami,” tegasnya.
Rumadaul juga menambahkan bahwa keikutsertaan kontingen Kian Darat dalam MTQ kali ini merupakan bagian dari upaya mempertahankan tradisi prestasi sekaligus memperkuat eksistensi daerah dalam bidang keagamaan.
Diharapkanya, seluruh peserta dapat tampil maksimal dan membawa pulang hasil terbaik, sehingga mampu kembali mengharumkan nama Kecamatan Kian Darat di tingkat kabupaten.
“Harapan kami, Kian Darat dapat kembali meraih juara umum pada MTQ ke-XII tahun ini,” pungkasnya.

Sebelumnya, pada Jumat (17/4/2026), Camat Kian Darat secara resmi telah melepas kontingen atau kafilah yang akan mengikuti MTQ. Prosesi pelepasan tersebut turut dihadiri oleh tokoh agama, panitia LPTQ kecamatan, serta para kepala desa se-Kecamatan Kiandarat Darat, sebagai bentuk dukungan penuh terhadap para peserta yang akan berlaga.***CNI-01
