Piru, CakraNEWS.ID– Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) resmi menutup Turnamen Voli Ball Umum Putra-Putri “Idul Fitri Cup” di Negeri Lisabata, Kecamatan Taniwel, Sabtu (18/4), menandai berakhirnya rangkaian kompetisi yang berlangsung hampir satu bulan dengan partisipasi lintas daerah.
Penutupan dilakukan oleh Wakil Bupati SBB, Selfinus Kainama, di tengah antusiasme masyarakat yang memadati arena pertandingan. Turnamen bertema “Panggil Pulang” ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga ruang temu sosial yang mempertemukan warga, atlet, dan komunitas dari berbagai wilayah, termasuk Kota Ambon.
Kegiatan ini sebelumnya dibuka oleh Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, sebagai bagian dari dukungan terhadap pengembangan olahraga daerah sekaligus penguatan kohesi sosial pasca Idul Fitri.
Dalam sambutannya, Selfinus menekankan bahwa olahraga memiliki dimensi strategis dalam menjaga soliditas masyarakat. Ia menyebut, kompetisi yang sehat dapat menjadi instrumen efektif dalam merawat persaudaraan di tengah keberagaman.
“Turnamen ini menunjukkan bahwa perbedaan bukan untuk dipertajam, tetapi disatukan dalam semangat sportivitas dan kebersamaan,” ujarnya.
Sepanjang pelaksanaan, turnamen diikuti tim putra dan putri dari berbagai negeri di wilayah SBB serta peserta dari luar daerah. Atmosfer kompetisi berlangsung dinamis dengan dukungan publik yang konsisten, mencerminkan tingginya animo masyarakat terhadap olahraga voli.
Panitia menyediakan total hadiah sebesar Rp100 juta. Pada kategori putri, tim MVBC asal Ambon tampil sebagai juara pertama, disusul tim Salut di posisi kedua dan Piru Junior di posisi ketiga. Sementara pada kategori putra, tim Hamer dari Ambon keluar sebagai juara pertama, diikuti RBM sebagai runner-up dan Tamtim 01 di posisi ketiga.
Dari sisi pengamanan, Kapolsek Taniwel AKP C. Rangkoly memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan terkendali. Sebanyak 25 personel gabungan dari Polsek Taniwel dan Taniwel Timur diterjunkan sejak awal hingga penutupan turnamen.
“Situasi tetap kondusif selama pelaksanaan hingga hari penutupan,” katanya.
Pemda SBB berharap energi kebersamaan yang terbangun selama turnamen dapat berlanjut dalam kehidupan sosial masyarakat. Selain sebagai agenda olahraga, kegiatan ini dinilai efektif memperkuat konsolidasi sosial serta menjadi fondasi bagi penyelenggaraan event serupa di masa mendatang.***
