Kanwil Bea Cukai Maluku Gelar Apel Bersama Sinergi Pengawasan Laut

Militer

Ambon,CakraNEWS.ID- Menindak lanjuti Perjanjian Kerja Sama (PKS), Kantor Wilayah Direktorat Jenderak Bea dan Cuakai Maluku menggelar Apel Bersama Sinergi Pengawasan Laut. Apel akbar sekaligus dilakukannya patroli tersebut dipusatkan di Ditpolairud Ambon, Jl. Wolter Monginsidi, Jumaat (27/08).

Apel bersama itu guna peningkatan sinergi, operasional Peningkatan sinergi, sumber daya dalam pelaksanaan tugas dan fungsi masing-masing instansi yang berkecimpung dalam pengawasan laut.

Hal ini sebagaimana telah diatur dan terdapat kesepakatan dalam tukar data dan informasi yang dilakukan antara Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) POLRI dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Republik Indonesia dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhub ungan Republik Indonesia.

Upaya sinergi pengawasan laut ini diselenggarakan untuk menunjukkan pada masyarakat luas bahwa Aparatur Negara Pemerintah Indonesia telah bersinergi, bekerja bersama – sama dalam mengamankan kepentingan negara terutama dalam menanggulangi dan menjaga dari pelanggaran-pelanggaran di wilayah perairan Indonesia khususnya di perairan Ambon (Maluku).

Dengan adanya operasi ini kita selalu berharap dapat meminimalisir atau bahkan meniadakan pelanggaran di wilayah perairan Maluku dan khususnya perairan Teluk Ambon dan sekitarnya.

Dalam amanatnya Kakanwil Bea Cukai Maluku, Priyono Triatmojo sebagai inspektur Apel menyampaikan bahwa  banyak hasil yang didapat dari kegiatan sinergi yang sering dilakukan, seperti penangkapan kapal pembawa Shabu seberat 1,6 ton di perairan Batam.

Selain itu penangkapan satu kapal kayu KM. Doa Ibu GT 31 bermuatan 300 karung balpres (pakaian bekas) di Sungai Baru Kab. Asahan, Sumatera Utara.

Ada juga penggagalan penyeludupan narkoba di wilayah Kepulauan Riau, Penangkapan pakaian dan sepatu bekas (dalam bentuk ball) di Pelabuhan Sungai Melai, Riau.

Penegahan terhadap KLM. Musfita di perairan Natuna bermuatan sekitar 200 ton hasil hutan berupa rotan yang akan diselundupkan ke Malaysia dan penegahan terhadap kapal kayu oskadon bermuatan sekitar 200 Kg narkotika jenis methamphetamine (200.000 butir ekstasi dan 47.500 butir pil happy five) di perairan Aceh Timur.

Kakawanwil berharap, dari berlangsungnya kegiatan ini adalah kedepannya dapat terus meningkatkan sinergi sehingga dapat dijadikan sebagai kekuatan dalam membangun negeri dan membawa Indonesia menjadi negara kuat, kokoh dan Tangguh.

Untuk diketahui, dalam agenda tersebut, Ditpolairud menerjunkan sejumlah kapal yang langsung melakukan patrol diataranya,  kapal Polisi Beo (KP.Beo, BKO Mabes Polri),  BC 30007 (BKO PSO BC Sorong), BC1511 (KPPBC TMP C Ambon) dan KN. P. 338 (KSOP).*** CNI-04

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.