Bula, CakraNEWS.ID – Kemeriahan malam puncak perayaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah yang diselenggarakan oleh pemuda dan masyarakat Desa Artafella, Kecamatan Kiandarat, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), berlangsung khidmat dan semarak pada Rabu malam (27/5/2026).
Rangkaian kegiatan keagamaan dan budaya tersebut menjadi momentum penting dalam mempererat tali silaturahmi serta menumbuhkan nilai-nilai keislaman dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Pelaksanaan kegiatan dimulai sejak proses pengantaran hewan kurban yang diiringi lantunan hadrat oleh para pemuda dan masyarakat setempat. Suasana religius semakin terasa ketika prosesi penyembelihan hewan kurban dilaksanakan secara gotong royong sebagai bentuk ibadah dan kepedulian sosial kepada sesama.
Memasuki malam puncak perayaan, masyarakat disuguhkan berbagai penampilan seni bernuansa Islami yang mendapat sambutan antusias dari warga. Salah satu penampilan yang mencuri perhatian adalah seni sambra yang tidak hanya dibawakan oleh anak-anak dan remaja, tetapi juga oleh ibu-ibu warga Desa Artafella yang turut berpartisipasi memeriahkan kegiatan tahunan tersebut.

Selain pertunjukan seni Islami, masyarakat juga disuguhkan penampilan teater religi yang telah dipersiapkan sebelumnya oleh instruktur Imran Rumoga bersama para pemuda desa. Pertunjukan tersebut mengangkat kisah perjalanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS tentang pengorbanan, keikhlasan, dan ketaatan kepada Allah SWT.
Penampilan teater itu sukses menarik perhatian masyarakat yang memadati lokasi kegiatan. Banyak warga terlihat antusias menyaksikan setiap adegan yang sarat akan pesan moral dan nilai spiritual.
Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Pemerintah Kecamatan Kiandarat, Kepala Desa Artafella beserta perangkat desa, pengurus Masjid At-Taqwa Desa Artafella, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, para guru, serta tamu undangan lainnya.
Dalam kegiatan itu juga hadir Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Maluku, Ustaz Abu Imam Abdu Rohim Rumbara, yang memberikan hikmah Iduladha kepada masyarakat.
Perayaan Iduladha tahun ini mengusung tema “Meneladani Pengorbanan Nabi Ibrahim AS dalam Meningkatkan Keimanan dan Kebersamaan Umat.” Tema tersebut diangkat sebagai refleksi pentingnya nilai pengorbanan, keikhlasan, serta persatuan dalam kehidupan bermasyarakat.
Salah satu tokoh masyarakat Desa Artafella, Lutfi Sukunwatan, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut bukan hanya menjadi bagian dari ibadah Hari Raya Iduladha, tetapi juga menjadi wadah mempererat hubungan sosial antarwarga.
Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan mulai dari penyembelihan hewan kurban hingga malam puncak perayaan diharapkan dapat memberikan manfaat dan kebahagiaan bagi masyarakat.
“Semangat kebersamaan yang ditunjukkan oleh pemuda dan masyarakat sangat luar biasa. Ini menjadi bukti bahwa persatuan dan kekompakan mampu menghadirkan kegiatan yang bermanfaat dan penuh makna,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu menyukseskan kegiatan tersebut, baik melalui tenaga, pikiran, maupun dukungan material.
“Terima kasih kepada seluruh masyarakat, pemuda, dan semua pihak yang telah berpartisipasi. Semoga apa yang diberikan menjadi amal ibadah dan mendapat balasan yang baik dari Allah SWT,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Mamang Saleh Sukunwatan, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kontribusi pemuda dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius dan harmonis.
Ia berharap semangat berkurban dan nilai pengorbanan yang diajarkan dalam Iduladha dapat terus diwariskan kepada generasi muda agar tetap menjaga tradisi keagamaan yang positif di tengah perkembangan zaman.
“Sebagai pemuda, kami memiliki tanggung jawab untuk ikut berkontribusi dalam memajukan masyarakat dan agama. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pengabdian kami kepada masyarakat,” katanya.

Menurut Mamang, keberhasilan pelaksanaan kegiatan tidak terlepas dari persatuan dan kerja sama seluruh elemen masyarakat Desa Artafella.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat lainnya untuk terus menjaga tradisi keagamaan, memperkuat solidaritas sosial, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
“Perayaan ini bukan hanya sekadar kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi momentum mempererat hubungan sosial dan membangun kebersamaan demi kemajuan masyarakat,” tutupnya.***CNI-01
