Klarifikasi Berita “Karena 1 Juta, Nenek Dan Cucu Keroyok Anak 17 Tahun Di Pulau Osi”

Adventorial Hukum & Kriminal News

Piru,  CakraNEWS.ID—TIDAK puas dengan pemberitaan di Media Online Cakra News.ID, tanggal 13 Ferbuari 2021,  dengan judul Karena 1 Juta, Nenek Dan Cucu Keroyok Anak 17 Tahun Di Pulau Osi, keluarga angkat bicara.

Erny Bugis salah satu keluara kepada cakraNEWS.ID memaparkan kronologi sebenranya dari kejadian teresebut. Dirinya membantah adanya penganiayaan  terhadap Rindan Sari gadis 17 tahun yang masi duduk di Bangku pendidikan SMA PGRI ,Pelita Jaya Desa Eti Kecamatan Seram Barat.

Sebelumnya, Erni menyampaikan penyesalannya terkait pemberitaan penganiyayaan kepada Anak di bawa Umur.

Menurut kronologisnya, pada saat dirinya ( Erny Bugis) ke rumah saudaranya bernama Lily. Lily saat  itu sementara di depan tungku masak.

Erny menghampirinya dan menanyakan peran Lily mangapa tidak bertindak saat adanya adu mulut antara orang tua Erni (Ibu) dengan anaknya Lily.

“Beta mama  datang minta  uang Rp 1.000.000. yang Fari kirim itu, Ose pung anak anak mau pukul beta mama, kanapa ose seng larang dong,” ungkap Erny dengan dialeg lokalitasnya.

Erni mengisahkan, pada saat tengah berbicara dengan Llily, seorang  Rindan Sari (17) muncul dengan posisi ambil batu hendak melempar.

“Karena arena tidak sempat lempar, beta ( Erny) dan mama  Nura.  Rindan  tandang mama Nura pada saat mau tendang ulang lagi ada yang melarai,” beber Erny.

Sesudah itu Erny dan mama Nura mau  pulang ke rumanya, sementara dalam perjalan Ibu Lily ingatkan untuk memulangkan barang miliknya.

“Bilang se punya mama itu bawa pulang katong punya ember Air minum itu, langsung Erny jawab io,katong punya kursi yang ada baru saja kamong ambe akang, selang beberapa menit Rindan Sari bawa pulang kursi tapi tidak taruh di rumah dia taruh di samping kalan Raya. Langsung Rinda masuk ke dalam katong ( erny) punya rumah langsung tandang keranjang pakaian  dan mesin jahit,Rindan lanjut ke Dapur ketemu dengan Erny. Erny sambil gendong Anaknya, Erny   katakan Rindan kanapa ose kurang ajar itu ose pi tandang Nenek ( Nura),” cerita  Erny.

Gadis 17  tahun itu  kemudian mengambil sikapnya   untuk menendang Erny.

“Rindan langsung tandang Beta ( Erny) lagi. Erny taru anaknya Rindan sempat pukul beta punya muka, karena dia suda pukul beta, beta langsung pengan dia ( Rindan) punya rambut, sementara beta pengang dia punya rambut, mama Nuru sempat tumpah  air yang ada dalam ember ,Rindan langsung tahan beta mama punya jilbab,langsung mama bale cubuit dia dan beta pukul dia lagi,” papar Erny.

Di tempat yang sama , Sutiani tukang ojek menjelaskan, Saya ini  ojek,Kaka Erny tujuannya mau ke rumah mama Lily untuk ambil uang.

Sampai di rumah mama Lily, mama Erny bicara sama mama lily ,tiba tiba datan adiK Rindan anaknya mama Lily, langsyng dia tendang Nenek Nura di depan rumahnya.

“Setelah tendan, Sutiani sempat cegat Rindan bilang jangan tendang lagi, karena Kamu itu cucu dari Nenek Nura dan kamu itu masih sekolah,” cerita pengendara motor tersebut.

Setelah selisi setengah jam Sutiani, Kakak Erny Nenek Nura kembali ke rumanya Nenek Nura.

Tidak lama Rindan anaknya mama Lily datang ke rumah Nenek Nura, dengan tujuan minta ember.

“Dia masuk kedalam rumah itu dengan keadaan yang tidak sopan, Dia langsung tendang keranjang pakaian ,mesin jahit, dan langsung ke dapur ,di ikuti Erny kedapur, Erny sempat katakan untuk Rindan kenapa tendang Nenek tadi di luar, Rindan emosi langsung tendang Nenek,” akuinya sebgaimana dikatakan Erny.

Sementara perkelahian, Saksi Sutiani memanggil Bapaknya Rindan untuk datang melarai.

Ia menambahkan, di pemberitaan bahwa Ardy cucu Nenek Nura mau tikam Riandan  itu tidak benar.

“Yang Saya lihat Ardy sementara di luar rumah kerjakan mainan dengan parang  untuk Adiknya”

“Sementara mendengar pertengkaran Ardy masuk kedalam rumah sambil memengang parang itu berdiri di samping Saya ( Sutiani) tapi tidak melakukan apa-apa,” tambah dia memberikan kesaksian.*** CNI-03

2 thoughts on “Klarifikasi Berita “Karena 1 Juta, Nenek Dan Cucu Keroyok Anak 17 Tahun Di Pulau Osi”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *