Minyak Harum Maluku Peluang Besar Masuk Pasar Modern

Kesehatan

Maluku,CakraNEWS.ID- Minyak harum Maluku makin populer. Bukan sebatas pemanis dalam kata, nyatanya herbal alami dari tanaman cengkeh dan pala ini ikut terlibat dalam Bazaar sejuta UMKM oleh Maspion Square group di Kota Surabaya. Tepat di jalan Ahmad Yani nomor 73 stand pameran konter minyak harum Maluku dan herbal Maluku sudah berdiri sejak tanggal 11 Oktober 2019 lalu. Pameran dan bazar yang diikuti oleh lebih dari 1.000 UMKM itu akan berlangsung sampai tanggal 27 Oktober 2019 mendatang.

Di satu sudut arena pameran di Surabaya tersebut, konter minyak Harum Maluku berhasil menyita perhatian publik Surabaya. Chief Executive Officer (CEO) Alfa Blessing, Dominggus Joseph Risaputty mengaku untuk UMKM di Maluku hanya dirinya saja yang diundang.

“Produk kami ada dua. Yakni, minyak dan minuman herbal. Kami ditawari untuk menjadi bagian dari agenda rutin Maspion Square di Surabaya sejak tanggal 11 kemarin,” akui Risaputty.

Risaputty mengakui produk dengan bahan alamiah Cengkeh dan Pala menjadi favorit pengunjung Bazar Sejuta UMKM. Dalam perjalananya sejak tanggal 11 Oktober 2019 lalu, Risaputty dihubungi via seluler, Sabtu (19 Oktober 2019) menjelaskan, produk minyak harum Maluku cap rajawali mampu menembus pasar modern di Surabaya. Sebagimana diketahui, pasar modern sendiri bersifat kekinian yang mana produk diperjual belikan dengan harga yang pas sehingga tidak ada aktivitas tawar menawar dan dengan layanan yang baik.

“Sejumlah hotel berbintang sudah memberikan sinyal baik. Artinya ini kita bisa mempromosikan kekayaan Maluku. Khususnya kabupaten Seram Bagian Barat. Karena Minyak Harum Maluku berasal dari sana,” akui Risaputty.

Pameran sekaligus Bazar dengan tema sinergitas sejuta UMKM se-Jawa Timur kata Risaputty tidak pernah sepi pengunjung. Sejak dibuka tanggal 11 lalu hingga hari ini, masih tetap ramai. Apalagi tepat akhir pekan ini. Perihal produknya tersebut, Risaputty mengaku itu usaha rintisan keluarga. Kemudian dikembangkan dengan targer menjadi “berkat” semua orang. Bukan orang Seram saja, bukan orang Maluku saja. Namun berkat untuk Indonesia umumnya.

“Komposisinya cengkeh, pala, kayu putih serta jahe dan bahan-bahan rempah lain, yang menyembuhkan dan punya khasiat penyembuh penyakit,” ujar Risaputty.

Owner herbal dan minyak harum Maluku ini menambahkan, dalam proses pembuatannya, Minyak dan Herbal Diramu secara sublimasi. Dengan menjaga suhu dan netralitas bahan alami, herbal dan minyak diproduksi secara manual dan sangat higienis. Banyak orang yang sudah memberikan kesaksian atas khasiat minyak harum Maluku. Dapat dioleskan pada bagian-bagian yang terasa sakit, mampu menyembuhkan, penyakit gula, rhematik, asam urat, benturan benda tumpul, luka bakar, hingga pegalinu dan sinusitis.

“Produk ini bebas dari penggunaan alkhohol maupun zat kimia lainnnya,” tegas dia.

Masih menurut Risaputty, herbal harum maluku 52 sebagai anti mikroba melawan bakteri dan kuman berbahaya, menurunkan kolesterol hingga mengobati jika ada orang yang mengalami gigitan ular. Ada periode, si peminum herbal minuman kesehatan ini mengeluarkan racun-racun dari tubuhnya. Banyak yang membuktikan keampuhan herbal harum maluku 52 cap Rajawali.

“Saya meyakini, minyak dan herbal ini mampu mengatasi penyakit kronois setingkat HIV,” ungkap dia meyakinkan.

Soal pemasaran lokal (Maluku), Risaputty mengaku sudah tersebar disejumlah tokoh-tokoh herbal bahkan sejumlah apotik di kota Ambon. Artinya, lanjut dia, herbal miliknya sudah terfrivikasi Badan Pengawas Obat dan Makanan.

“Kami menjamin kenyamanan dalam mengkonsumsi herbal dan minyak harum Maluku. Bukan saja untuk orang sakit. Herbal untuk ketahanan tubuh. Bahannya alami dari tanah pulau Seram,” tegas dia.

Kembali dalam pameran yang tengah diikutinya di Surabaya, Risaputty mengaku tidak ada kendala yang berarti. Namun tigginya permintaan pasar Surabaya timnya kewalahan.

“Kita sebenarnya terkendala di packing dan kemasan yang masi sederhana. Kami sudah sejauh ini, semoga pemerintah daerah kita bisa melihat peluang yang ada,” endus Risaputty.

Ia menambahkan, produk Herbal dan Minyak Harum Maluku masih menggunakan botol kemasan biasa. Permintaan keluar Maluku juga banyak membuat Risaputty dan timnya juga harus berfikir tentang kemasan karton yang berlabel agar profesional.

Risaputty berharap, peluang yang dilihatnya tersebut dapat pula dilihat para pemangku kepetingan baik Bupati di Kabupaten Seram Bagian Barat maupun Gubernu Maluku.

“Kiranya ada sinergitas antar pelaku UMKM dengan pemerintah. Kami lihat di Surabya, puluhan UMKM didukung oleh pemerintah setempat. Hal ini membuat ekonomi daerah di sini (Surabaya) bergerak masif dan UMKM subur ke arah tujuannya,” pungkas dia. (CNI-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *