Gelombang Protes, Penjabat Bupati SBB Tunjuk ASN Dari Luhu Pimpin Desa Iha

Pemerintahan

Piru,CakraNEWS.ID- Penunjukan langsung kepala pemerintahan negeri Iha dalam hal ini Pelaksana Harian (Plh) kepala desa Iha kecamatan Huamual berujung protes warga. Warga bahkan mengendus adanya upaya adu domba yang akan memperkeruh keharmonisan kedua negeri bertetangga tersebut. Sebagaimana diketahui, kedua negeri tersebut punya masa lalu yang kelam akibat konflik sosial.

Penunjukan Plh kepala pemerintahan negeri Iha diteken langsung Penjabat Bupati Andy Chandra dengan nomor 090-1108 tahun 2022 dengan mengangkat Muh Rival Payapo jabatan Camat Huamual merangkap jadi Plh Kepala Pemerintahan Negeri Iha sejak tanggal ditetapakan, 11 Oktober 2022.

Perihal Surat Perintah (SP) Bupati tersebut, Puluhan Pemuda negeri Iha melakukan aksi protes dengan memalang kantor desa. Aksi bakar ban dan amukan pemuda pun tak dapat dibendung.

Aksi tersebut refleks terjadi karena informasi atas SP tersebut baru diterima. Pemuda berkumpul di wilayah kantor desa tanpa ada upaya mobilisasi. Nawawi Selan salah satu staf pemuda Negeri Iha dikonfirmasi mengaku, aksi yang dilakukan serentak tanpa ada kordinasi dan rencana.

“Masa datang begitu saja dan lakukan aksi dengan marah marah. Puluhan masa itu rata rata dari kalangan pemuda,” akui Selan.

Nawawi menjelaskan, amukan pemuda hingga pada titik dimana, meminta penjabat Bupati diturunkan dari jabatannya.

“Pemuda dan tentu seluruh masyarakat negeri Iha tidak akan terima jika perintah Bupati seperti itu. Hal ini jika tidak dibijaki secepatnya, akan menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Sementara Direktur Rumah Inspirasi Iha Ulupia, Muhammad Fahrul Kaisupy dikonfirmasi mengakui kecewa dengan sikap Penjabat Bupati SBB. Kaisupy memastikan, akan ada gelombang protes lebih besar lagi jika kebijakan Bupati tidak ditinjau kembali.

“Apa maksud dari pa Bupati ini ? Kurang banyak apa ASN di negeri Iha. Sementara Saka Mese Nusa lagi panas panasnya bicara negeri adat. Masing masing negeri mempertahankan negerinya sebagai satu kesatuan masyarakat hukum adat, kenapa pak Bupati mengambil kebijakan yang sebegitu kontropersinya,” tanya Kaisupy mengendus adanya unsur kesengajaan.

Kaisupy menegaskan, apapun alasannya, SP Penjabat Bupati tidak dapat dibenarkan.

“Intinya kami menolak ditempatkannya saudara camat yang merupakan warga negeri Luhu memimpin di Iha,” pungkasnya.

Senada dengan Fahrul, Farham Suneth, toko muda asal negeri Luhu mengaku bingung dengan kebijakan Penjabat Bupati. Suneth menegaskan, jangan hanya karena kepentingan mensuksesi Pilkades sampai mengambil kebijakan yang memilukan masyarakat setempat.

“Asal libas demi kepentingan pilkades lalu pakasakan tanpa memahami akar sejarah dan hubungan kultur. Sehinga bisa terjadi ruang konflik di kalangan masyrakat,” akui Suneth.

Suneth enggan banyak berkomentar, namun dirinya mewanti-wanti penjabat Bupati agar lebih bijak lagi mengambil keputusan demi menjaga keharmonisan kedua negeri bertetangga.

“Staf Bupati, dari para Kabag hingga asisten atau instrumen pemerintah daerah lainnya harus lebih proaktif. Mengingat penjabat Bupati kita orang luar meski tidak miskin informasi. Beliau tahu tentang Iha maupun Luhu. Namun yang merasakan adalah kita anak negeri yang tersisip dalam instrumen pemerintahan tersebut. Harusnya mereka yang banyak bicara,” pungkasnya.

Hingga berita ini dipublis, kepala dinas Pemdes masih belum dapat dihubungi. Sementara Penjabat Bupati SBB saat dimintai tanggapannya perihal kejadian Pemalangan kantor desa Iha hanya membalas WhatsApp dengan gambar selamat menjalankan ibadah sholat Jumaat.*CNI-03

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.