Kapolda Maluku Bantu Korban BusungLapar

Militer Polri

Ambon,CakraNEWS.ID- Kepala Kepolisian Daerah Maluku Inspektur Jenderal Polisi Drs. Royke Lumowa, M.M, menunjukan sikap peduli kemanusiaan. Ia memberikan bantuan kepada korban penderita busung lapar, Fredo Rehena, bocah berusia 7 Bulan, asal Negeri Marahena, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten MalukuTengah. Bantuan kemanusiaan diterima secara langsung oleh ayah korban, Barce Rehena, di ruang kerja Kapolda Maluku, Markas Polda Maluku, Kota Ambon, Jumat(7/12/2018).

“Saya sangat berterima kasih kepada Bapak Kapolda Maluku yang mau membantu kesusahankami,” ungkap Barce Rehena, setelah bertemu dan menerima bantuan Kapolda di Mako Polda Maluku.

Pria 32 tahun ini mengisahkan, penyakit busung lapar yang menimpa putra ke empat bersama istrinya Lince Lelaputoa/Rehena ini baru diketahui setelah Bidan Desa Heni Lilihata berkunjung di Negeri Marahena.

“Kami sebagai orang tua, juga tidak tahu kalau anak kami ini kena busunglapar. Baru tahu saat Ibu Heni datang,” kata Barce.

Melihat anak bungsunya, kata Barce, Bidan Desa Heni Lilihata, kemudian memintanya untuk segera membawa anaknya menuju Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) terdekat yang berada di Wahai, Ibukota Kecamatan Seram Utara.


Fredo Rehena, (7 Bulan), Bocah Busung Lapar 

” Ibu Lilihata bilang pertumbuhan anak kami kurang bagus. Makanya harus dibawa turun,” ujarnya. Demi menyelamatkan putra kesayangannya, Barce, mengikuti permintaan Sang Bidan “Penyelamat” itu.

Mereka kemudian berjalan kaki selama tiga hari. Negeri Marahena berada di Pegunungan Manusela, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah. “Kami jalan selama tiga hari. Itupun waktu musim panas (Jika hujan bisa bertambah. Karenaarus sungai),” jelasnya.

Setibanya di Puskesmas Wahai, Fredo, korban busung lapar ini kemudian dirawat inap selamadua minggu. Setelah itu dirawat jalan selama seminggu. “Anak kami dirawat selama tiga minggu di Wahai,” ujarnya.

Selama tiga pekan dirawat, pasien gizi buruk ini dibawa menuju Rumah Sakit Masohi, Ibukota Kabupaten Maluku Tengah. Evakuasi korban dilakukan setelah Kepala Puskesmas berkoordinasi dengan Pendamping Desa dan Raja Marahena.

“Mungkinkepala puskesmas Ibu Yam Kitelawai koordinasi dengan pendamping desa Pak Marlon Talahatu dan Raja Negeri Marahena untuk mengeluarkan dana desa sebanyak Rp5.710.000,” ungkap Barce.

Setelah itu, lanjut Barce, anaknya kembali di rujuk ke Rumah Sakit Masohi untuk mendapat perawatan medis yang lebih baik.

“Untuk biaya dari Wahai ke Masohi, harga mobil untuk 3 orang sebesar Rp 450 ribu. Satukepala Rp 150 ribu,” terangnya.

Dia mengaku, saat ini korban yang memiliki tiga orang kakak itu telah sembuh. Dan untuk sementara masih berada di Negeri Air Besar Kecamatan Seram Utara.

“Sudah dua bulan lebih kami dari Marahena. Korban saat ini sudah berada di Desa AirBesar Kecamatan Seram Utara. Sudah sembuh. Sudah pulih. Sekali lagi, terima kasih banyak untuk Bapak Kapolda Maluku yang peduli dengan keluarga kami,”tandasnya. (CNI-01)   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.